Akurat

BI: Surplus Perdagangan Desember 2025 Jadi Penopang Rupiah

Andi Syafriadi | 3 Februari 2026, 11:30 WIB
BI: Surplus Perdagangan Desember 2025 Jadi Penopang Rupiah

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) menilai surplus neraca perdagangan Indonesia pada Desember 2025 menjadi bantalan penting bagi ketahanan eksternal perekonomian nasional di tengah tekanan ketidakpastian global. Surplus tersebut dinilai memperkuat fundamental eksternal sekaligus menopang stabilitas nilai tukar rupiah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis Senin (2/2/2026), neraca perdagangan Indonesia pada Desember 2025 mencatat surplus sebesar USD2,51 miliar.

Capaian ini melanjutkan tren surplus bulan sebelumnya yang tercatat sebesar USD2,66 miliar, menandai konsistensi kinerja eksternal Indonesia hingga akhir tahun.

Baca Juga: Isu Politik Dinilai Tak Relevan dalam Pengangkatan Deputi Gubernur BI

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso mengatakan, surplus neraca perdagangan yang berkelanjutan menjadi salah satu faktor kunci dalam menjaga ketahanan eksternal, terutama di tengah dinamika pasar keuangan global yang masih volatil.

“Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas terkait guna meningkatkan ketahanan eksternal dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” ujar Ramdan dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (3/2/2026).

BI mencatat, surplus neraca perdagangan Desember 2025 terutama ditopang oleh kinerja neraca perdagangan nonmigas yang tetap solid. Pada periode tersebut, neraca perdagangan nonmigas mencatat surplus sebesar USD4,61 miliar, seiring dengan peningkatan ekspor nonmigas yang mencapai USD25,09 miliar.

Kinerja ekspor nonmigas tersebut didukung oleh ekspor berbasis sumber daya alam, seperti lemak dan minyak hewani atau nabati serta bahan bakar mineral. Selain itu, ekspor produk manufaktur juga menunjukkan kontribusi signifikan, terutama dari komoditas besi dan baja serta berbagai produk kimia.

Baca Juga: BI Perkuat Pengelolaan Cadangan Devisa Hadapi Volatilitas Global

Dari sisi negara tujuan, ekspor nonmigas ke Tiongkok, Amerika Serikat (AS), dan India masih menjadi penopang utama kinerja ekspor Indonesia. Permintaan dari negara-negara tersebut dinilai menjaga momentum ekspor nasional di tengah perlambatan ekonomi global.

Sementara itu, neraca perdagangan migas masih mencatat defisit yang meningkat menjadi USD2,09 miliar pada Desember 2025. Defisit tersebut sejalan dengan kenaikan impor migas yang lebih tinggi dibandingkan dengan peningkatan ekspor migas, mencerminkan masih tingginya kebutuhan energi domestik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
A