Ancaman Purbaya Untuk Bekukan Bea Cukai Tak Main-main

AKURAT.CO Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengancam akan membekukan atau membubarkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dan merumahkan 16.000 pegawainya jika kinerja dan citra institusi tersebut tidak kunjung membaik di mata masyarakat.
Ancaman ini muncul menyusul berbagai kasus, termasuk lolosnya 250 ton beras ilegal. Ia telah meminta waktu kepada Presiden selama satu tahun untuk memperbaiki Bea Cukai secara internal.
Jika perbaikan tersebut gagal, konsekuensi serius akan dihadapi berupa pembekuan atau pembubaran. Institusi Bea Cukai dapat dibubarkan dan fungsinya digantikan oleh pihak eksternal, seperti SGS (Société Générale de Surveillance), mengulangi model yang pernah diterapkan di masa lalu.
Baca Juga: BNI dan Bea Cukai Fasilitasi UMKM Jateng ke Pasar Global
Untuk itu, Purbaya memberikan ultimatum satu tahun bagi Bea Cukai untuk berbenah dan menunjukkan hasil yang nyata. ""Kalau kita gagal memperbaiki, nanti 16.000 orang pegawai Bea Cukai dirumahkan," ujar Purbaya di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (27/11/2025).
Ketidakpuasan Publik
Ancaman ini merupakan puncak dari ketidakpuasan publik dan pemerintah terhadap berbagai isu yang menimpa Bea Cukai. Terbaru, lolosnya 250 ton beras ilegal menjadi salah satu pemicu utama ultimatum ini.
Purbaya mengaku ribuan aduan terkait perilaku pegawai di lapangan yang dinilai kurang berintegritas telah sampai di telinganya.
Keluhan pun beragam, ada yang terkait pegawai yang kerap terlihat nongkrong di kedai kopi saat jam kerja, yang dianggap mencoreng citra aparatur negara. Keluhan lain soal adanya oknum yang menyulitkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Lewat ultimatum ini, Purbaya berharap dapat menyadarkan para pegawai DJBC akan seriusnya situasi yang mereka hadapi dan mendorong perbaikan kinerja secara menyeluruh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








