Akurat

Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi Nasional

Demi Ermansyah | 30 Oktober 2025, 08:50 WIB
Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi Nasional

AKURAT.CO Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang kian menekan, Indonesia dihadapkan pada tantangan besar untuk menjaga ketahanan ekonominya. Dari ancaman perlambatan ekonomi dunia hingga perubahan iklim yang tak menentu, semua menuntut kemampuan adaptasi yang lebih kuat.

Dalam konteks tersebut, sinergi lintas sektor menjadi elemen kunci. Hal itulah yang ditekankan oleh Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti. Dirinya menegaskan pentingnya sinergi dan inovasi lintas sektor untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah gejolak global yang masih tinggi.

“Indonesia saat ini sedang menghadapi banyak tantangan global, mulai dari perlambatan ekonomi dunia, ketegangan geopolitik, hingga perubahan iklim. Namun kita masih punya peluang untuk tumbuh jika mampu membangun tiga hal penting yakni kemampuan beradaptasi, kemandirian ekonomi nasional, dan inovasi SDM,” ujar Esther di Jakarta.

Baca Juga: Rapor Setahun Prabowo, Indef: Stop Kebijakan Populis

Lebih lanjut dirinya menekankan bahwa ketahanan ekonomi tidak bisa dibangun hanya dari sisi kebijakan pemerintah. Dibutuhkan sinergi antara ekonom, akademisi, dan pemangku kebijakan untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih tangguh dan inklusif.

“Sinergi adalah kunci. Tanpa kolaborasi antar pihak, inovasi sulit tumbuh, dan kebijakan ekonomi akan berjalan parsial,” katanya menegaskan.

Tidak sampai disitu saja, Esther juga menyinggung Buku Pemikiran 100 Ekonom Indonesia, yang disebutnya sebagai 'kompas kebijakan' bagi para pengambil keputusan di Tanah Air. Buku itu memuat beragam gagasan dan rekomendasi dari para ekonom lintas bidang yang diharapkan dapat menjadi rujukan konkret dalam merancang kebijakan ekonomi nasional.

“Kami berharap Sarasehan 100 Ekonom ini menjadi jembatan antara ide dan kebijakan. Dari sinilah arah peta jalan ekonomi Indonesia bisa terus diperbaiki,” tambahnya.

Selain membuka forum diskusi nasional, acara ini juga menjadi wadah tukar pikiran antara pemerintah dan ekonom mengenai tantangan struktural yang tengah dihadapi, seperti produktivitas yang rendah, tingginya ICOR Indonesia (5,79), hingga naiknya proporsi tenaga kerja informal pascapandemi.

Baca Juga: INDEF Ingatkan Bahaya Jika Kursi Pimpinan LPS Dibiarkan Kosong

Esther menilai, momentum ketidakpastian global justru dapat menjadi katalis untuk mempercepat reformasi ekonomi domestik.

Ia menyebut, pandemi dan ketegangan geopolitik telah membuktikan bahwa negara yang kuat adalah negara yang mampu mengembangkan inovasi dan menjaga kemandirian sektor strategisnya.

“Kalau kita bisa memperkuat SDM, memperluas transformasi digital, dan mengembangkan industri hilir, Indonesia bukan hanya bertahan tapi juga bisa tumbuh lebih cepat,” terangnya.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.