Akurat

Biayai APBN 2025, Pemerintah Tarik Utang Baru Rp463,7 Triliun per Agustus

M. Rahman | 22 September 2025, 18:33 WIB
Biayai APBN 2025, Pemerintah Tarik Utang Baru Rp463,7 Triliun per Agustus

AKURAT.CO Pemerintah menarik utang baru senilai Rp463,7 triliun setara 59,8% dari target tahunan per Agustus 2025 untuk membiayai APBN.

Adapun target penarikan utang di APBN 2025 mencapai Rp775,9 triliun. Laju utang tersebut, Menurut Menkeu Purbaya, terkendali (on track) dan tetap antisipatif di tengah dinamika pasar keuangan global. "Pemenuhan pembiayaan utang berjalan on track dengan berbagai langkah mitigasi risiko," ujar Purbaya di Jakarta, Senin (22/9/2025).

Langkah mitigasi tersebut, lanjut Purbaya, termasuk pengadaan pembiayaan utang secara pruden, fleksibel, oportunistik, dan terukur, mencakup aspek timing, sizing, instrument, maupun currency mix serta pelaksanaan prefunding, cash buffer yang memadai, dan active cash & debt management.

Baca Juga: BI: Utang Luar Negeri RI Juli 2025 Turun Tipis

Selain dari utang, pembiayaan APBN juga dipenuhi dari nonutang (sumber lain seperti Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) atau Saldo Anggaran Lebih (SAL), penerimaan cicilan pinjaman yang diteruskan, serta pembiayaan investasi, pemberian pinjaman, dan kewajiban penjaminan dari pemerintah) sebesar Rp38 triliun atau setara 23,8% dari target APBN 2025 sebesar Rp159,7 triliun.

Sejalan dengan penarikan utang, Purbaya menilai performa lelang SBN di primary market masih terjaga di tengah dinamika global. "Permintaan investor kuat (bid to cover ratio tinggi) di tengah kondisi pasar yang volatile. Hingga lelang terakhir, rata-rata bid to cover ratio tahun 2025 sebesar 3,03 (SUN) dan 3,15 (SBSN)," ujarnya.

Sementara itu, yield SBN 10 tahun turun 70bps (10%) secara tahunan, didukung kuatnya permintaan investor di pasar perdana di tengah penurunan bunga acuan The Fed dan BI. Spread SBN 10 tahun terhadap US Treasury turun ke level 216 bps, lebih rendah dibandingkan dengan beberapa negara peers.

"Capital inflow mencapai Rp42,61 triliun ytd, mencerminkan kepercayaan investor asing terhadap fundamental dan prospek perekonomian Indonesia," tukas Purbaya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa