Akurat

Dukung Pertumbuhan Ekonomi, BI Rate Ditaksir Ditahan di 5 Persen

Yosi Winosa | 16 September 2025, 14:58 WIB
Dukung Pertumbuhan Ekonomi, BI Rate Ditaksir Ditahan di 5 Persen

AKURAT.CO Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang akan digelar pada Rabu (17/9/2025) esok diproyeksikan mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di level 5%.

Keputusan ini dinilai sejalan dengan kondisi ekonomi domestik yang masih terjaga serta arah kebijakan fiskal pemerintah yang pro pertumbuhan.
 
Ekonom senior dan Associate Faculty LPPI, Ryan Kiryanto, menyatakan kebijakan fiskal yang agresif menjadi salah satu faktor pendukung bagi BI untuk menahan bunga acuan.
 
Hal ini termasuk kebijakan penempatan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun ke bank-bank Himbara dan Bank Syariah Indonesia (BSI).
 
“Langkah ini menunjukkan keseimbangan antara dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan,” ujar Ryan kepada Akurat.co, Selasa (16/9/2025).
 
 
Selain itu, stabilitas nilai tukar rupiah juga menjadi pertimbangan penting. Rupiah hingga pekan ini masih bergerak relatif stabil di tengah dinamika global. BI dipandang perlu menjaga kepercayaan pasar dengan tidak terburu-buru melanjutkan penurunan suku bunga.
 
Dari sisi inflasi, angka tahunan masih berada dalam target pemerintah, yakni 2,5% plus minus 1%. Hal ini memberi ruang bagi BI untuk menjaga suku bunga di level saat ini tanpa khawatir akan melonjaknya tekanan harga di dalam negeri.
 
Ryan menambahkan, kebijakan ini juga mempertimbangkan kemungkinan langkah bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve. Pelaku pasar global memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga atau bahkan menurunkannya sebesar 25 basis poin ke level 4,35%.
 
Dengan skenario tersebut, langkah BI menahan bunga acuan bisa dipandang sebagai strategi jeda atau pausing period.  “BI masih mempertahankan stance pro pertumbuhan tanpa mengurangi fokus pada stabilitas moneter,” jelas Ryan.
 
Dirinya menilai, setelah penurunan BI Rate bulan lalu, bank sentral membutuhkan waktu untuk melihat dampak kebijakan tersebut terhadap perekonomian nasional, khususnya pada sektor kredit dan konsumsi domestik.
 
Lebih lanjut, Ryan memprediksi BI masih berpeluang menurunkan kembali suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4,75% hingga akhir 2025. Namun hal itu baru bisa dilakukan apabila kondisi makroekonomi domestik tetap terkendali dan faktor eksternal mendukung.
 
“Momentum pertumbuhan ekonomi harus dijaga. Bila data inflasi, stabilitas rupiah, dan dinamika global tetap kondusif, maka ruang penurunan suku bunga kembali terbuka di kuartal IV tahun ini,” tukas Ryan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa