Usai Pamit, Sri Mulyani Minta Privasi ke Publik
Hefriday | 9 September 2025, 14:53 WIB

AKURAT.CO Sri Mulyani Indrawati resmi mengakhiri masa jabatannya setelah bertahun-tahun memimpin pengelolaan fiskal Indonesia.
Sebagai satu-satunya menteri keuangan yang menjabat dalam tiga presiden yang berbeda, Sri Mulyani merupakan menkeu terlama RI, tepatnya 14 tahun (2005-2010, 2016 - September 2025).
Dalam pernyataan perpisahannya, Sri Mulyani tidak hanya menyampaikan rasa terima kasih kepada berbagai pihak, tetapi juga menyampaikan permintaan pribadi agar masyarakat menghormati ruang privasinya setelah tidak lagi menjabat.
Dalam pidato perpisahannya, Sri Mulyani menekankan bahwa menjadi Menteri Keuangan merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah besar.
Ia mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan Presiden serta seluruh jajaran kabinet untuk mengelola keuangan negara di tengah situasi global yang penuh tantangan.
“Ini merupakan suatu kehormatan dan privilege bagi saya, dipercaya mengabdi dan berbakti untuk bangsa,” ujarnya dalam sambutannya di gedung Kementerian Keuangan, Selasa (9/9/2025).
Sri Mulyani juga menyampaikan apresiasi yang tinggi untuk seluruh jajaran Kementerian Keuangan yang telah bekerja sama selama masa kepemimpinannya. Menurutnya, loyalitas dan dedikasi para pegawai menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga stabilitas fiskal negara.
“Kita bersama-sama mengelola keuangan negara dalam tantangan yang terus berubah, dari digitalisasi, dinamika struktural, hingga gejolak geopolitik,” kata Sri Mulyani.
Selain jajaran kementeriannya, Sri Mulyani juga memberikan penghormatan kepada rekan-rekan kabinet, legislatif, yudikatif, dunia usaha, akademisi, media, hingga masyarakat luas. Baginya, kebijakan fiskal yang ia jalankan tidak mungkin berhasil tanpa dukungan lintas sektor.
“Terima kasih atas kritik yang membangun, yang membantu memperbaiki regulasi dan respons kebijakan keuangan negara,” ujarnya.
Dengan rendah hati, Sri Mulyani mengakui bahwa selama mengemban jabatan, tentu ada kekurangan. Ia menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kebijakan atau keputusan yang tidak sempurna.
“Tidak ada gading yang tak retak, tidak ada manusia yang sempurna. Saya mohon maaf atas kekhilafan yang mungkin terjadi dalam menjalankan amanah,” ucapnya.
Dalam momen tersebut, Sri Mulyani sekaligus memberikan ucapan selamat kepada penggantinya, Purbaya Yudi Sadewa, yang kini dipercaya Presiden untuk memimpin Kementerian Keuangan. Ia berharap Purbaya mampu menjaga keuangan negara sekaligus melanjutkan program yang telah berjalan.
“Selamat mengembang amanah yang penting, semoga sukses membantu Presiden Prabowo dalam menjaga stabilitas keuangan negara,” katanya.
Sri Mulyani berpesan agar seluruh pegawai Kementerian Keuangan terus bekerja dengan integritas dan profesionalisme. Ia menekankan bahwa institusi tersebut merupakan pilar penting dalam mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat.
“Jagalah keuangan negara sebagai instrumen luar biasa penting bagi kemajuan bangsa. Jalankan tugas dengan dedikasi dan bantu pimpinan yang baru,” pesannya.
Di akhir pidatonya, Sri Mulyani menyampaikan permintaan pribadi agar masyarakat menghormati ruang privasi dirinya setelah lengser dari jabatan publik. Ia menegaskan bahwa setelah pamit, dirinya ingin kembali menjalani kehidupan sebagai warga negara biasa.
“Saya mohon mulai saat ini ruang privasi saya dihormati. Saya ingin menikmati ruang berbagi sebagai warga negara biasa,” tegasnya.
Sri Mulyani menutup pernyataannya dengan doa dan harapan agar Kementerian Keuangan terus menjadi institusi yang dipercaya rakyat. Ia berharap kebijakan fiskal yang dirancang tetap berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
“Salam sehat untuk semuanya, sukses selalu, dan jangan pernah lelah berkontribusi bagi Indonesia,” tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










