BI Perkuat Bauran Kebijakan Hadapi Capital Outflow September

AKURAT.CO Awal bulan September 2025 ditandai dengan keluarnya modal asing secara signifikan dari pasar keuangan Indonesia. Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing keluar bersih sebesar Rp16,85 triliun pada periode transaksi 1-3 September.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa angka tersebut berasal dari pelepasan dana asing di pasar saham Rp3,87 triliun, SBN Rp7,69 triliun, dan SRBI Rp5,29 triliun.
“Ini bagian dari respons investor terhadap dinamika global, termasuk penguatan dolar AS,” ujar Ramdan, Kamis (4/9).
Baca Juga: Tangani Korupsi CSR BI, KPK Panggil Anggota DPR Iman Adinugraha
Data BI juga menunjukkan bahwa sejak awal tahun hingga 3 September, pasar saham mencatatkan outflow Rp51,78 triliun, sedangkan SRBI kehilangan Rp106,38 triliun. Sebaliknya, pasar SBN masih mampu mencatatkan inflow bersih Rp68,02 triliun.
Tekanan ini turut memengaruhi nilai tukar rupiah. Pada perdagangan Kamis (4/9), rupiah dibuka melemah ke Rp16.430 per dolar AS dari Rp16.410 sehari sebelumnya. Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) menguat ke 98,14, mencerminkan dominasi dolar terhadap enam mata uang utama dunia.
Sejalan dengan kondisi tersebut, premi risiko investasi Indonesia (credit default swap/CDS) tenor 5 tahun meningkat menjadi 71,57 basis poin dari 69,52 basis poin pada pekan sebelumnya. Peningkatan CDS mengindikasikan adanya persepsi risiko lebih tinggi di mata investor global.
Meski demikian, pasar obligasi masih menunjukkan daya tarik. Yield SBN 10 tahun turun tipis ke level 6,35%, didukung tren penurunan yield US Treasury Note 10 tahun ke 4,217%.
Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas pasar keuangan domestik melalui strategi bauran kebijakan. Langkah tersebut mencakup kebijakan moneter, makroprudensial, serta penguatan sistem pembayaran. BI juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait.
Baca Juga: BI: Surplus Perdagangan Juli Perkuat Ketahanan Eksternal Ekonomi RI
“Stabilitas eksternal merupakan prioritas utama. Kami memastikan seluruh instrumen kebijakan diarahkan untuk menjaga ketahanan ekonomi,” kata Ramdan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










