Akurat

Perbedaan Inflasi dan Deflasi: Dua Kondisi Ekonomi yang Berlawanan

Eko Krisyanto | 5 September 2025, 02:23 WIB
Perbedaan Inflasi dan Deflasi: Dua Kondisi Ekonomi yang Berlawanan

 

AKURAT.CO Pernahkah kamu merasa harga barang dan jasa naik setiap bulan atau sebaliknya, turun terus-menerus? Itu adalah contoh nyata dari inflasi dan deflasi, dua kondisi ekonomi yang berlawanan. Memahami kedua istilah ini penting agar kita bisa menilai kondisi perekonomian Indonesia dan merencanakan keuangan pribadi dengan lebih cerdas.

Inflasi dan deflasi tidak hanya memengaruhi harga barang, tetapi juga berdampak pada daya beli masyarakat, peluang investasi, dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.


Apa Itu Inflasi?

Inflasi adalah kondisi ketika harga barang dan jasa naik secara terus-menerus. Saat inflasi terjadi, nilai mata uang menurun sehingga masyarakat perlu mengeluarkan lebih banyak uang untuk kebutuhan sehari-hari.

Penyebab Inflasi

Menurut Buku Ajar Pengantar Ekonomi (2024) oleh Ari Riswanto dkk, inflasi dapat terjadi karena:

  • Peningkatan konsumsi masyarakat yang signifikan.

  • Likuiditas berlebih di pasar sehingga memicu konsumsi dan spekulasi.

  • Distribusi barang dan jasa yang tidak lancar.

Bagaimana Inflasi Diukur?

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumpulkan data harga-harga barang dan jasa melalui survei rutin. Data ini kemudian dibandingkan dengan periode sebelumnya untuk menghitung tingkat inflasi. Inflasi yang terkendali sebenarnya dapat menstimulasi pertumbuhan ekonomi, namun jika terlalu tinggi, kesejahteraan masyarakat akan terdampak.


Apa Itu Deflasi?

Deflasi adalah kondisi ketika harga barang dan jasa menurun terus-menerus. Meskipun harga terlihat lebih murah, masyarakat cenderung menunda pembelian karena berharap harga akan turun lebih rendah lagi. Akibatnya, produksi menurun dan perusahaan mengalami kerugian.

Penyebab Deflasi

Deflasi biasanya dipicu oleh:

  • Penurunan konsumsi masyarakat.

  • Berkurangnya jumlah uang yang beredar.

  • Peningkatan produktivitas yang tidak diimbangi permintaan.

  • Kebijakan moneter seperti kenaikan suku bunga oleh bank sentral.

Dampak Deflasi pada Ekonomi

Jika deflasi berlangsung terus-menerus, pertumbuhan ekonomi melambat dan risiko resesi meningkat. Perusahaan mungkin menunda investasi atau melakukan pemutusan hubungan kerja karena permintaan menurun.


Inflasi vs Deflasi: Mana yang Lebih Mengganggu?

Para ekonom menekankan bahwa baik inflasi maupun deflasi yang tidak terkendali bisa mengganggu stabilitas ekonomi. Inflasi tinggi menekan daya beli masyarakat, sedangkan deflasi berkepanjangan bisa memicu resesi. Oleh karena itu, bank sentral dan pemerintah selalu berupaya menjaga harga barang dan jasa agar tetap stabil, menciptakan pertumbuhan ekonomi yang seimbang, dan melindungi kesejahteraan masyarakat.


Kesimpulan

Inflasi dan deflasi adalah dua fenomena ekonomi yang saling berlawanan, tapi sama-sama penting untuk dipahami. Dengan mengetahui penyebab dan dampaknya, kita bisa lebih bijak mengelola keuangan pribadi dan memahami kebijakan ekonomi pemerintah.


FAQ

1. Apa itu inflasi?
Inflasi adalah kondisi ekonomi ketika harga barang dan jasa meningkat secara terus-menerus, sehingga nilai mata uang menurun dan masyarakat perlu mengeluarkan lebih banyak uang untuk kebutuhan sehari-hari.

2. Apa penyebab inflasi?
Inflasi biasanya terjadi karena:

  • Peningkatan konsumsi masyarakat yang signifikan.

  • Likuiditas berlebihan di pasar yang mendorong spekulasi.

  • Distribusi barang dan jasa yang tidak lancar.

3. Bagaimana inflasi diukur?
BPS (Badan Pusat Statistik) mengumpulkan data harga barang dan jasa secara rutin. Tingkat inflasi dihitung dengan membandingkan harga saat ini dengan periode sebelumnya.

4. Apa itu deflasi?
Deflasi adalah kondisi ketika harga barang dan jasa turun secara terus-menerus. Meskipun harga lebih murah, masyarakat cenderung menunda pembelian, sehingga produksi menurun dan perusahaan bisa rugi.

5. Apa penyebab deflasi?
Deflasi dapat dipicu oleh:

  • Penurunan konsumsi masyarakat.

  • Berkurangnya jumlah uang beredar.

  • Peningkatan produktivitas tanpa diimbangi permintaan.

  • Kebijakan moneter seperti kenaikan suku bunga oleh bank sentral.

6. Apa dampak inflasi dan deflasi bagi masyarakat?

  • Inflasi tinggi menekan daya beli masyarakat, membuat harga kebutuhan sehari-hari naik.

  • Deflasi berkepanjangan dapat menurunkan produksi, merugikan perusahaan, dan meningkatkan risiko resesi.

7. Bagaimana cara pemerintah mengendalikan inflasi dan deflasi?
Pemerintah dan bank sentral menggunakan kebijakan moneter dan fiskal untuk menjaga stabilitas harga, termasuk mengatur suku bunga, mengendalikan jumlah uang beredar, dan mengawasi distribusi barang.

8. Inflasi dan deflasi, mana yang lebih berbahaya?
Keduanya bisa merugikan jika tidak terkendali. Inflasi tinggi menekan kesejahteraan masyarakat, sementara deflasi berkepanjangan dapat memicu resesi ekonomi. Keseimbangan harga adalah kunci stabilitas ekonomi.

Laporan: Marina Yeremin Sindika Sari/magang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.