AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) memastikan aliran modal asing ke pasar Surat Berharga Negara (SBN) tetap stabil, meskipun selisih imbal hasil (yield spread) dengan obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury/UST) terus menyempit seiring tren penurunan suku bunga acuan.
Direktur Departemen Pengelolaan Moneter & Aset Sekuritas (DPMA) BI, Ronald D. Parluhutan, menyebutkan spread antara SBN Indonesia dan UST per 19 Agustus 2025 tercatat sebesar 205 basis poin (bps). Angka tersebut turun dibandingkan dengan posisi pada 2024 yang berada di level 240 bps.
“Kalau dari spread masih relatif sesuai dengan kondisi di awal tahun ini, sekitar 200-an bps. Meskipun terjadi penyempitan, inflows dari asing tetap terjaga,” ujar Ronald dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (22/8/2025).
Baca Juga: OJK Imbau Bank Turunkan Bunga Kredit Sejalan Penurunan BI Rate
Spread imbal hasil menjadi salah satu indikator utama dalam menilai minat investor global terhadap obligasi negara berkembang. Umumnya, spread yang lebih lebar meningkatkan daya tarik investasi di SBN. Namun, Ronald menegaskan, spread Indonesia masih kompetitif jika dibandingkan dengan negara lain di kawasan.
Dengan spread 205 bps, imbal hasil SBN tenor 10 tahun masih lebih tinggi 2,05% dibandingkan obligasi pemerintah AS untuk tenor yang sama. Kondisi ini dinilai cukup untuk menjaga minat investor asing meskipun tren penurunan yield terus berlanjut.
Data BI menunjukkan, kepemilikan asing pada SBN hingga 19 Agustus 2025 meningkat menjadi Rp952,98 triliun atau setara 14,64% dari total outstanding. Pada periode yang sama, total outstanding SBN tradable mencapai Rp6.510,7 triliun.
Penurunan yield SBN sejalan dengan kebijakan pelonggaran moneter BI. Sejak September 2024 hingga Juli 2025, bank sentral telah memangkas BI-Rate sebesar 100 bps. Ronald menyebut, hal ini menunjukkan transmisi kebijakan moneter berjalan efektif dari suku bunga acuan hingga ke pasar obligasi pemerintah.
Tercatat, suku bunga pasar uang juga mengalami penurunan. Tingkat bunga INDONIA turun dari 5,14% pada Juli 2025 menjadi 4,78% pada 19 Agustus 2025. Sementara itu, suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) tenor 6, 9, dan 12 bulan turun signifikan dari kisaran 5,85–5,87% menjadi sekitar 5,28–5,34% per 15 Agustus 2025.
Baca Juga: BI Rate Turun ke 5 Persen, Dorong Pertumbuhan Ekonomi RI
Imbal hasil SBN turut terkoreksi. Yield SBN tenor 2 tahun turun dari 5,86% menjadi 5,54%, sementara tenor 10 tahun menurun dari 6,56% menjadi 6,40%. Meski demikian, kondisi ini belum mengurangi minat investor asing yang tetap mencatatkan net inflows.
Pada triwulan III 2025, aliran modal asing ke SBN terus berlanjut. BI mencatat net inflows pada Juli dan Agustus (hingga 15 Agustus 2025) masing-masing sebesar USD1 miliar. Kondisi ini memperlihatkan kepercayaan investor global terhadap pasar obligasi Indonesia masih terjaga meski imbal hasil semakin menurun.
Sejak September 2024, BI secara bertahap memangkas BI-Rate dari 6,25% menjadi 5% per Agustus 2025. Pemangkasan dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah perlambatan global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Seharusnya Denny Indrayana Paham Penjelasan Jokowi Soal Ijazah Gibran, Kecuali Ada Dorongan Politik
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 5Kalender Jawa 25 September 2026: Benarkah Jumat Kliwon Hari Baik untuk Menikah?
- 6Live Streaming Timnas Indonesia vs Singapura Malam Ini, Cek Jam Tayang dan Linknya
- 7Indonesia vs Singapura Hari Ini Jam Berapa? Cek Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026!
- 8Prediksi Skor Indonesia vs Singapura Hari Ini 25 September 2026, Cek Susunan Pemain!
- 9Didamping Dasco hingga Teddy, Presiden Prabowo Bertakziah ke Kediaman Megawati
- 10KPK Pantau Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong









