Akurat

Soal Kenaikan Penerbitan SUN di RAPBN 2026, Ini Kata Citi Indonesia

Demi Ermansyah | 20 Agustus 2025, 08:30 WIB
Soal Kenaikan Penerbitan SUN di RAPBN 2026, Ini Kata Citi Indonesia

AKURAT.CO Citibank, N.A., Indonesia (Citi Indonesia) menilai RAPBN 2026 akan memberikan dorongan fiskal yang lebih besar dibanding tahun sebelumnya.

Namun, proyeksi tersebut harus disertai dengan konsekuensi meningkatnya penerbitan surat utang negara (SUN).

Menurut Chief Economist Citi Indonesia, Helmi Arman mengungkapkan bahwa kapasitas belanja pemerintah diperkirakan sudah lebih siap pada 2026 setelah hambatan di tahun 2025 akibat transisi pemerintahan.

Baca Juga: Penawaran Masuk Tembus Rp162 Triliunan, Lelang 8 Seri SUN Pemerintah Cetak Rekor Tertinggi 2025

"Dengan belanja negara yang pulih, potensi pertumbuhan ekonomi bisa lebih kuat di awal tahun depan," ucapnya pada saat konferensi pers bersama media di Jakarta, Selasa (19/8/2025).

Meski demikian, Helmi menilai pemerintah harus tetap waspada terhadap kenaikan penerbitan obligasi negara.

“Penerbitan obligasi direncanakan meningkat 28 persen. Meski kami menilai hal ini masih dapat dikelola dengan baik mengingat tren suku bunga lebih rendah pada tahun depan,” terangnya.

Baca Juga: Sun Life dan Bank Muamalat Gelar Bancassurance Week 2025, Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah

Adapun RAPBN 2026 menetapkan target pendapatan negara Rp3.147,7 triliun dan belanja negara Rp3.786,5 triliun, sehingga defisit anggaran tercatat Rp638,8 triliun atau 2,48% dari produk domestik bruto (PDB).

"Dengan komposisi tersebut, kami menilai peran kebijakan fiskal akan lebih dominan dalam menopang pertumbuhan ekonomi. Namun yang menjadi catatan adalah pengelolaan utang menjadi kunci agar stabilitas makro tetap terjaga di tengah dinamika global," tegasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.