Akurat

Mantap! Pertumbuhan Ekonomi RI Tertinggi Kedua di G20 Lampaui AS dan Eropa

Demi Ermansyah | 6 Agustus 2025, 13:05 WIB
Mantap! Pertumbuhan Ekonomi RI Tertinggi Kedua di G20 Lampaui AS dan Eropa

AKURAT.CO Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,12% secara tahunan (yoy) pada triwulan II 2025, menempatkan diri sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan tertinggi di antara anggota G20 dan ASEAN.

Capaian ini hanya sedikit di bawah China yang tumbuh 5,2%, namun melampaui banyak negara maju lainnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa pencapaian ini menunjukkan daya tahan ekonomi Indonesia dalam menghadapi dinamika global yang tidak menentu.

Baca Juga: Ekspor dan Investasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi RI di Kuartal II 2025

"Pertumbuhan kita lebih tinggi dibandingkan Amerika Serikat (2,0 persen), Korea Selatan (0,05 persen), bahkan negara-negara Eropa seperti Jerman dan Italia yang hanya tumbuh 0,4 persen," kata Airlangga dalam keterangan di Jakarta, Selasa (5/8/2025).

Secara regional, Indonesia juga unggul dibandingkan negara-negara ASEAN seperti Malaysia (4,5%) dan Singapura (4,3%), meskipun masih di bawah Vietnam yang mencatat lonjakan 8 persen.

Menurut Airlangga, momentum ini menjadi sinyal positif bahwa Indonesia mampu menjaga stabilitas ekonomi dengan mengandalkan konsumsi domestik, investasi, serta penguatan sektor riil.

Data BPS menunjukkan, selain konsumsi rumah tangga yang mendominasi PDB, pembentukan modal tetap bruto dan ekspor juga memberi kontribusi penting terhadap pertumbuhan. Kinerja ini sekaligus menandai keberhasilan kebijakan fiskal dan moneter yang terkoordinasi.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Q2 2025, Paradoks Fenomena Rojali-Rohana

Meski demikian, tantangan ke depan masih membayangi, terutama dari sisi geopolitik, ketidakpastian suku bunga global, serta potensi perlambatan ekonomi mitra dagang utama.

Oleh sebab itu, pemerintah diimbau untuk terus menjaga iklim investasi dan menjaga daya beli masyarakat sebagai fondasi keberlanjutan pertumbuhan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.