Pemecatan Kepala BLS oleh Trump, Dinilai Merusak Kredibilitas Data Tenaga Kerja AS

AKURAT.CO Presiden AS Donald Trump kembali membuat kontroversi dengan memecat Kepala Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) Erika McEntarfer hanya beberapa jam setelah lembaga tersebut merilis data tenaga kerja yang mengecewakan.
Keputusan tersebut menuai sorotan tajam dari berbagai kalangan yang menilai langkah itu berbahaya bagi kredibilitas statistik resmi negara.
Mengutip dari laman reuters, laporan tenaga kerja terbaru menunjukkan pelemahan signifikan, termasuk revisi menurun tajam untuk data Mei dan Juni.
Baca Juga: Tarif Trump 19 Persen, Mendag Sebut Pemerintah Masih Nego Untuk Komoditas Tertentu
Tak lama setelah laporan itu dirilis, Trump mengambil langkah tegas dengan memberhentikan McEntarfer keputusan yang langsung dikecam oleh sejumlah tokoh, termasuk William Beach, mantan Kepala BLS yang juga diangkat Trump pada masa jabatan sebelumnya.
“Ini merugikan, saya tidak tahu apakah ada dasar yang cukup untuk pemecatan ini. Data BLS sudah jauh lebih akurat dibandingkan dua dekade lalu,” ucap Beach dalam program State of the Union.
Diketahui, selama ini BLS dikenal sebagai salah satu institusi statistik paling kredibel di dunia. McEntarfer sendiri memperoleh persetujuan luas dari Senat dengan suara 86-8. Bahkan Wakil Presiden JD Vance yang saat itu masih menjabat senator turut memberikan suara dukungan atas pengangkatannya.
Langkah Trump ini memicu kekhawatiran akan tekanan politik terhadap lembaga-lembaga teknis dan independen.
Baca Juga: Ada Tarif Trump, Freeport: Prioritas Utama Tetap Kebutuhan Industri Dalam Negeri
Kevin Hassett, Direktur Dewan Ekonomi Nasional, berpendapat bahwa revisi besar pada data pekerjaan perlu ditindaklanjuti dengan 'pandangan baru' terhadap BLS.
Namun kritik menyebut pernyataan tersebut sebagai pembenaran atas campur tangan politik dalam urusan statistik nasional.
“BLS bekerja berdasarkan metodologi statistik, bukan keinginan politik, sebaba kalau kita mulai meragukan data hanya karena tidak sesuai dengan narasi politik, maka yang kita rusak bukan hanya kepercayaan publik, tapi fondasi ekonomi itu sendiri” tegas analis data ekonomi dari Harvard Kennedy School, Rebecca Lin.
Langkah Trump membuka preseden berbahaya bagi masa depan lembaga statistik nasional AS, di tengah meningkatnya tekanan untuk menjaga netralitas dan profesionalisme data ekonomi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










