Akurat

BI Perkuat Ketahanan Eksternal di Tengah Aksi Jual Asing Rp16,24 Triliun

Demi Ermansyah | 2 Agustus 2025, 16:33 WIB
BI Perkuat Ketahanan Eksternal di Tengah Aksi Jual Asing Rp16,24 Triliun

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) terus mengintensifkan bauran kebijakan guna menjaga ketahanan eksternal ekonomi nasional di tengah meningkatnya tekanan dari arus keluar modal asing.

Pada pekan terakhir Juli 2025, tepatnya periode 28–31 Juli, tercatat terjadi aliran modal asing keluar bersih sebesar Rp16,24 triliun dari pasar keuangan domestik.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa arus keluar tersebut berasal dari pasar saham (Rp2,27 triliun), Surat Berharga Negara (Rp1,37 triliun), dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia atau SRBI (Rp12,60 triliun).

Baca Juga: BI Siap Longgarkan Suku Bunga, Stabilitas Rupiah Jadi Syarat Kunci

“Kondisi ini seiring dengan dinamika global yang turut mempengaruhi persepsi risiko investor, termasuk meningkatnya premi risiko investasi Indonesia,” ujar Ramdan dalam keterangannya di Jakarta.

Lebih lanjut, Premi credit default swaps (CDS) Indonesia tenor 5 tahun tercatat naik tipis dari 69,94 basis poin menjadi 71,40 basis poin pada akhir Juli.

Selain itu, nilai tukar rupiah juga mengalami tekanan, dibuka melemah tipis di level Rp16.500 per dolar AS pada Jumat (1/8) lalu, dari posisi sebelumnya di Rp16.450 per dolar AS.

Kendati demikian, Bank Indonesia tetap menjaga stabilitas di pasar keuangan melalui sinergi kebijakan bersama pemerintah dan otoritas terkait.

Tentunya, lanjut Ramdan, strategi ini nantinya akan mencakup penguatan instrumen SRBI, optimalisasi cadangan devisa, dan stabilisasi nilai tukar.

Baca Juga: Lewat SRBI dan SUVBI, BI Perkuat Daya Tarik Investasi

"BI terus berkomitmen memperkuat bauran kebijakan untuk menahan tekanan eksternal dan menjaga iklim investasi tetap kondusif," tegas Ramdan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.