Akurat

Pemerintah Pacu Finalisasi IEU-CEPA

Hefriday | 31 Juli 2025, 23:27 WIB
Pemerintah Pacu Finalisasi IEU-CEPA

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia terus mempercepat penyelesaian dokumen legal kerja sama perdagangan Indonesia–Uni Eropa atau Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, optimistis seluruh dokumen dapat disahkan pada September 2025.

Airlangga menyebut bahwa penyelesaian dokumen ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mendorong daya saing ekspor nasional.
 
Menurutnya, implementasi IEU CEPA akan membuka akses pasar yang jauh lebih luas bagi pelaku usaha Indonesia, terutama melalui penghapusan tarif menjadi nol persen untuk berbagai komoditas.
 
“Dengan diresmikannya sistem visa cascade dan IEU CEPA yang segera efektif, pelaku usaha akan merasakan langsung dampaknya. Uni Eropa adalah pasar besar dengan nilai ekonomi mencapai USD20 triliun,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (31/7/2025).
 
 
Pemerintah juga menilai, percepatan perjanjian ini penting di tengah dinamika global dan ketegangan geopolitik yang memengaruhi jalur distribusi dan rantai pasok.
 
IEU CEPA dipandang sebagai peluang strategis untuk memperkuat hubungan dagang sekaligus membangun aliansi ekonomi jangka panjang dengan Eropa.
 
Sebelumnya, Airlangga mengungkapkan bahwa perundingan IEU CEPA telah memasuki tahap akhir, ditandai dengan pertukaran surat atau exchange of letters antara Indonesia dan Komisi Eropa. Pertukaran surat ini sekaligus menjadi penegasan komitmen politik di tingkat tinggi.
 
“Surat tersebut merupakan bentuk apresiasi atas capaian yang telah diraih dan menyatakan komitmen bersama untuk menyelesaikan isu-isu substansial yang tersisa,” terang Airlangga usai kunjungannya ke Brussels, Belgia.
 
Komisioner Perdagangan Komisi Eropa, Maros Sefcovic, menyatakan bahwa kesepakatan ini merupakan langkah historis sejak dimulainya perundingan pada 2016.
 
Ia menekankan bahwa IEU CEPA akan menjadi instrumen utama dalam memperkuat hubungan antara Uni Eropa dan kawasan Asia Tenggara.
 
“Kami berdedikasi untuk memperdalam kerja sama dengan ASEAN, dan IEU CEPA adalah jembatan penting menuju kemitraan yang lebih kuat,” ungkap Maros. 
 
Kesepakatan IEU CEPA juga diumumkan secara resmi dalam pertemuan bilateral antara Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen di Brussels. Kedua pemimpin menegaskan pentingnya penguatan kemitraan strategis serta komitmen untuk segera merampungkan perundingan.
 
Ursula von der Leyen menyampaikan bahwa perjanjian ini tidak hanya memperkuat hubungan perdagangan, tetapi juga mendukung rantai pasok bahan baku penting bagi industri Eropa, seperti baja dan teknologi bersih. 
 
“Saya menantikan penyelesaian perjanjian ini secara cepat agar manfaatnya segera dirasakan kedua belah pihak,” ujarnya.
 
Adapun dari sisi Indonesia, implementasi IEU CEPA juga diproyeksikan akan mendorong peningkatan ekspor hingga 50% ke kawasan Eropa, sebagaimana disampaikan oleh pihak Istana dalam pernyataan terpisah.
 
Dengan penghapusan tarif dan harmonisasi standar, sektor-sektor seperti tekstil, otomotif, furnitur, dan produk pertanian diyakini akan mengalami lonjakan signifikan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa