Akurat

Dampak Tarif Masih Dikaji, The Fed Pertimbangkan Langkah Hati-hati

Demi Ermansyah | 11 Juli 2025, 13:55 WIB
Dampak Tarif Masih Dikaji, The Fed Pertimbangkan Langkah Hati-hati

AKURAT.CO Ketidakpastian atas besarnya dampak tarif impor terhadap inflasi Amerika Serikat membuat bank sentral AS (Federal Reserve), berhati-hati dalam mengambil keputusan suku bunga.

Meski terdapat kecenderungan kuat untuk memangkas suku bunga dua kali hingga akhir tahun, risiko inflasi akibat tarif menjadi perhatian serius dalam diskursus internal The Fed.

Gubernur The Fed San Francisco, Mary Daly, dalam pernyataannya menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan domestik tampaknya mulai berhasil menemukan solusi untuk mengurangi tekanan harga ke tingkat konsumen.

Antara lain dengan membagi beban tarif dalam rantai pasokan dan memotong sebagian margin keuntungan. Hal ini membuka ruang untuk mempertahankan inflasi tetap terkendali.

Baca Juga: Ketidakpastian Tarif Trump Hambat The Fed Tentukan Arah Suku Bunga

“Perusahaan menunjukkan fleksibilitas yang tinggi dalam menyesuaikan diri terhadap biaya tarif, sehingga efeknya ke harga jual bisa diminimalkan,” ujar Daly dalam forum Market News International (MNI), Kamis (10/7/2025).

Namun demikian, dalam risalah rapat The Fed bulan Juni, perbedaan proyeksi di antara para pembuat kebijakan tetap mencuat.

Sejumlah pejabat melihat potensi tekanan harga jangka pendek, sedangkan lainnya mengantisipasi risiko inflasi yang lebih lama akibat kenaikan tarif baru.

Gubernur The Fed St. Louis, Alberto Musalem, menyatakan bahwa efek tarif terhadap inflasi masih belum dapat disimpulkan secara pasti.

“Saya memperkirakan, data dari Juni hingga September akan memberi petunjuk yang lebih jelas,” ujarnya dalam forum yang digelar oleh Forum Lembaga Moneter dan Keuangan Resmi.

Baca Juga: Harga Bitcoin Menanti Kepastian The Fed dan Stabilitas Geopolitik

Dengan latar belakang tersebut, pelaku pasar saat ini memperkirakan bahwa keputusan pemangkasan suku bunga baru akan terealisasi pada pertemuan September, meskipun semua bergantung pada dinamika inflasi dan dampak tarif dalam beberapa bulan mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.