Akurat

Menko Airlangga ke AS, RI Tanggapi Cepat Tarif Impor Trump yang Rugikan Ekspor

Hefriday | 8 Juli 2025, 13:20 WIB
Menko Airlangga ke AS, RI Tanggapi Cepat Tarif Impor Trump yang Rugikan Ekspor

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia bergerak cepat merespons kebijakan tarif impor terbaru yang diberlakukan Pemerintah Amerika Serikat (AS).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, bertolak ke Washington D.C. untuk mengadakan pembicaraan langsung dengan pejabat tinggi AS terkait keputusan tarif yang diumumkan Presiden AS Donald Trump baru-baru ini.

Keberangkatan Menko Airlangga ke AS dilakukan setelah sebelumnya mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kenegaraan ke Brasil.

Kunjungan ke Amerika Serikat ini menandai langkah diplomatik lanjutan yang diambil Indonesia guna memastikan kepentingan nasional tetap terlindungi di tengah dinamika perdagangan global yang kian kompleks.

Baca Juga: Upaya Terakhir Diplomasi Tarif Trump

Menurut Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, Airlangga dijadwalkan tiba di Washington D.C. pada Selasa (8/7/2025). Dalam kunjungan tersebut, Airlangga akan melakukan serangkaian pertemuan bilateral dengan sejumlah perwakilan Pemerintah AS guna membahas secara mendalam keputusan tarif baru tersebut.

“Karena masih tersedia ruang untuk merespons sebagaimana yang disampaikan oleh Pemerintah AS, Pemerintah Indonesia akan mengoptimalkan kesempatan yang tersedia demi menjaga kepentingan nasional ke depan,” ujar Haryo dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (8/7/2025).

Langkah cepat pemerintah ini merupakan respons atas keputusan sepihak Presiden Donald Trump yang menetapkan tarif impor terhadap sejumlah produk dari Indonesia. Tarif baru ini dikhawatirkan dapat mempengaruhi neraca perdagangan bilateral serta merugikan sejumlah sektor industri dalam negeri, terutama manufaktur dan komoditas ekspor unggulan.

Pemerintah Indonesia, melalui Menko Airlangga, akan menyampaikan sejumlah keberatan serta menjajaki peluang negosiasi ulang terkait tarif tersebut. Tujuannya adalah mencegah dampak buruk terhadap ekspor nasional dan menjamin stabilitas ekonomi domestik dalam jangka menengah hingga panjang.

Baca Juga: What If Dedolarisasi Disahkan: Mampukah Indonesia Bertahan atau Justru Makin Kuat?

“Kita tidak ingin ada disrupsi terhadap pertumbuhan ekspor Indonesia, apalagi dalam momentum pemulihan ekonomi global saat ini. Oleh karena itu, diplomasi ekonomi harus dikedepankan,” tambah Haryo.

Pertemuan bilateral juga akan membahas kemungkinan pembentukan forum konsultasi dagang yang lebih terbuka dan terstruktur. Pemerintah Indonesia berharap kedua negara dapat menempuh jalur dialog guna menciptakan hubungan perdagangan yang adil, berimbang, dan saling menguntungkan.

Kunjungan ini juga menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia tetap menjunjung tinggi prinsip perdagangan bebas yang adil (fair trade), serta menunjukkan keseriusan pemerintah dalam melindungi pelaku usaha nasional dari tekanan kebijakan eksternal yang merugikan.

Selain diskusi soal tarif, Menko Airlangga dijadwalkan akan mengadakan pertemuan dengan pelaku industri dan investor di AS untuk memperkuat kerja sama ekonomi bilateral. Diharapkan, langkah-langkah konkret hasil kunjungan ini akan mengarah pada pemulihan dan penguatan hubungan dagang kedua negara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi