Akurat

Perang Dagang Mereda, AS-China Bahas Akses Tanah Jarang dan Ekspor Teknologi

Demi Ermansyah | 11 Juni 2025, 18:10 WIB
Perang Dagang Mereda, AS-China Bahas Akses Tanah Jarang dan Ekspor Teknologi

AKURAT.CO Upaya menurunkan eskalasi perang dagang antara Amerika Serikat dan China memasuki babak penting dengan lanjutan perundingan yang berlangsung hingga malam hari di London, Selasa (10/6/2025).

Fokus utama negosiasi berada pada akses ekspor tanah jarang dan pencabutan aturan pembatasan teknologi yang selama ini memicu ketegangan antara dua kekuatan ekonomi dunia.

Perundingan bertempat di Lancaster House, tempat bersejarah yang kini menjadi latar bagi diplomasi dagang yang bernuansa geopolitik tinggi.

Dikutip dari laman bloomberg, delegasi AS yang dipimpin Menteri Keuangan, Scott Bessent dan delegasi China yang dipimpin Wakil PM, He Lifeng menghabiskan hampir sepanjang hari untuk membahas isu strategis yang belum terselesaikan sejak pertemuan sebelumnya di Jenewa.

Baca Juga: Komisi XI Pertanyakan Strategi Bea Cukai Tangkal Barang Impor di Tengah Perang Dagang

Sumber dari lingkar dalam pemerintahan Trump menyebutkan bahwa AS siap mencabut sejumlah aturan ekspor yang belakangan ini diberlakukan, khususnya yang menyasar industri strategis seperti cip semikonduktor, mesin jet, dan bahan kimia industri.

Sebagai timbal balik, China diharapkan memberikan akses lebih luas terhadap ekspor tanah jarang bagi pasar Amerika.

Langkah ini tidak hanya menjadi sinyal de-eskalasi, tetapi juga membuka jalan untuk penyesuaian lanjutan terhadap kebijakan tarif dan rantai pasok global yang sempat terganggu akibat ketegangan kedua negara.

“Saya kira keputusan mencabut pembatasan teknologi akan sangat signifikan, sebab ini adalah sesuatu yang tak terbayangkan sebelumnya,” ucap Analis dari Atlantic Council, Dexter Roberts

Presiden AS Donald Trump mengindikasikan optimisme terhadap jalannya perundingan, menyebutkan bahwa “kami baik-baik saja dengan China,” sembari menambahkan laporan dari timnya sangat positif.

Perhatian pasar global terhadap pertemuan ini sangat besar. Kinerja saham AS menguat pada Selasa malam, mencerminkan harapan investor terhadap tercapainya terobosan.

Baca Juga: Bitcoin Terjun ke USD103 Ribuan di Tengah Memanaskan Perang Dagang AS-China

Namun demikian, para analis memperingatkan bahwa kesepakatan teknis semacam ini hanya akan menjadi pijakan awal menuju normalisasi hubungan dagang yang lebih menyeluruh. Dengan tenggat waktu gencatan senjata tarif yang jatuh pada pertengahan Agustus, hasil dari perundingan ini menjadi krusial bagi masa depan perdagangan bebas dan tatanan ekonomi multilateral.

Di sisi lain, China memperkuat diplomasi regionalnya. Presiden Xi Jinping berbicara langsung dengan Presiden Korea Selatan yang baru terpilih, Lee Jae-myung, untuk menegaskan kembali komitmen terhadap multilateralisme dan stabilitas rantai pasok global.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.