Ekspor Migas dan Tambang Turun, Pertanian Jadi Penopang Ekspor RI

AKURAT.CO Kinerja ekspor sektor migas dan pertambangan Indonesia mengalami tekanan pada awal tahun 2025.
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor migas hanya mencapai USD4,81 miliar atau turun 8,43% secara cumulative to cumulative (ctc).
Sementara ekspor dari sektor pertambangan dan lainnya bahkan turun lebih dalam, sebesar 27,30% ctc menjadi USD11,55 miliar.
Menurut Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menyampaikan bahwa meskipun dua sektor utama tersebut melemah, neraca ekspor tetap tumbuh positif berkat lonjakan signifikan dari sektor pertanian.
Baca Juga: Jaga Stabilitas Harga Pangan, Pemda Harus Perkuat Kerja Sama dengan BPS
“Ekspor dari sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencapai USD2,17 miliar, naik 46,55% dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ungkap Pudji dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/6/2025).
Menurut Pudji, pertanian menjadi salah satu penopang penting dalam menjaga tren ekspor nasional tetap tumbuh.
Selain pertanian, sektor industri pengolahan juga mencatat kinerja gemilang dengan ekspor mencapai USD68,84 miliar atau naik 16,08% ctc.
Baca Juga: BPS Catat Angka Pengangguran Indonesia naik 83 ribu di Februari 2025
Sebagai catatan, mulai Juni 2025, BPS tidak lagi menyampaikan data ekspor dan impor dalam format bulanan, melainkan dalam bentuk kumulatif yang lebih terstruktur guna memberikan gambaran menyeluruh terkait tren perdagangan luar negeri Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










