Fadli Zon: Warisan Pemikiran Ekonomi Bangsa Harus Jadi Arah Kebijakan

AKURAT.CO Hadirnya Institusi Sumitro menandai langkah penting dalam melestarikan sekaligus merevitalisasi warisan pemikiran ekonomi nasional. Menteri Kebudayaan Indonesia, Fadli Zon, yang hadir dan memberikan sambutan dalam seremoni, menyebut lembaga ini sebagai tonggak baru dalam menjadikan gagasan Prof. Soemitro Djojohadikoesoemo sebagai fondasi pengambilan keputusan strategis di bidang ekonomi nasional.
“Gagasan-gagasan Prof. Soemitro bukan hanya bagian dari sejarah, tapi juga cetak biru pemikiran ekonomi Indonesia yang relevan hingga hari ini. Pendirian Sumitro Institute adalah ikhtiar konkret menjadikan warisan intelektual beliau sebagai acuan dalam merumuskan kebijakan ekonomi ke depan,” ujar Fadli dalam pidatonya di Cibubur, Minggu (1/6/2025).
Baca Juga: Pemerintah Gencarkan Penggunaan Produk Dalam Negeri Demi Perkuat Ekonomi Nasional
Prof. Sumitro, lanjut Fadli, merupakan salah satu tokoh yang dikenal luas sebagai Bapak Ekonomi Indonesia. Selain menjadi ekonom dan akademisi terkemuka, Sumitro pernah menduduki berbagai posisi strategis seperti Menteri Keuangan, Menteri Perdagangan, dan Menteri Riset dalam berbagai kabinet, baik era Orde Lama maupun Orde Baru.
Fadli Zon menekankan pentingnya mengangkat kembali pemikiran ekonomi Sumitro yang menyeimbangkan pendekatan ilmiah dengan etos kebangsaan.
“Beliau tidak hanya berbicara angka dan kebijakan fiskal, tapi juga menempatkan nilai-nilai kebudayaan, keadilan sosial, dan nasionalisme dalam kerangka pembangunan ekonomi. Ini yang sering hilang dalam narasi kebijakan modern kita,” jelasnya.
Dalam pandangan Fadli, Sumitro Institute dapat berperan sebagai think tank kebijakan yang tidak hanya fokus pada riset teknokratik, tetapi juga mengintegrasikan pemikiran ekonomi dengan nilai-nilai historis dan budaya bangsa.
Oleh karena itu Fadli mendorong agar lembaga ini menjadi pusat diskusi lintas bidang dari ekonomi kerakyatan, strategi pembangunan, hingga filsafat Pancasila dalam kerangka ekonomi politik.
“Banyak yang lupa bahwa pak Sumitro juga seorang nation builder, dimana mealui jalur pemikirannya, pak Sumitro percaya bahwa ekonomi yang kuat harus bertumpu pada karakter bangsa. Oleh karena itu, warisan pemikiran ini harus dihidupkan, tidak sekadar hanya sebagai bahan dokumentasi saja,” tambahnya.
Baca Juga: BI Dinilai Punya Ruang Pangkas Suku Bunga, Momentum Dorong Ekonomi Nasional
Sebagai Menteri Kebudayaan, Fadli menegaskan bahwa kementeriannya siap bekerja sama dengan Sumitro Institute dalam membangun ekosistem intelektual berbasis warisan pemikiran nasional. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat peran kebudayaan sebagai bagian integral dalam perumusan arah ekonomi Indonesia yang berkelanjutan dan inklusif.
Fadli juga menyinggung urgensi menjadikan Sumitro Institute sebagai referensi kebijakan nasional.
“Kita sering mengutip pemikiran asing tanpa menengok khazanah sendiri. Padahal bapak Sumitro sudah lama menawarkan gagasan besar, tentang ekonomi berdaulat, pembangunan manusia, dan peran negara yang adil. Oleh sebab itu, kini saatnya menjadikannya pedoman, bukan sekadar nostalgia,” ujarnya.
Sumitro Institute ke depan dirancang menjadi pusat riset, forum diskusi, penyelenggara seminar, hingga penerbit jurnal ilmiah yang menyoroti pemikiran-pemikiran ekonomi bernuansa kebangsaan. Inisiatif ini dinilai penting dalam menjawab kebutuhan Indonesia terhadap peta jalan ekonomi yang tidak tercerabut dari akar sejarah dan kebudayaannya.
“Semoga Sumitro Institute menjadi rumah besar bagi regenerasi pemikir bangsa. Karena kita butuh lebih banyak Sumitro di masa kini bukan hanya teknokrat, tapi seorang negarawan pemikir,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










