Trump Tolak Turunkan Tarif Impor China, De-eskalasi Perang Dagang Terancam Mandek

AKURAT.CO Presiden Donald Trump pada Rabu (7/5/2025) lalu menyatakan bahwa dirinya tidak akan membatalkan tarif impor sebesar 145% atas produk dari China sebagai bentuk konsesi untuk memulai pembicaraan perdagangan dengan Beijing. Hal ini disampaikannya saat menghadiri pelantikan David Perdue sebagai Duta Besar AS untuk China.
Dikutip dari laman reuters, pernyataan Trump muncul hanya beberapa hari sebelum rencana pertemuan antara Menteri Keuangan AS, Scott Bessent dan Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer dengan Wakil Perdana Menteri China, He Lifeng di Swiss. Pertemuan tersebut merupakan negosiasi resmi pertama sejak peningkatan tajam tarif antara kedua negara.
"AS tidak pernah mengajukan permintaan negosiasi terlebih dahulu. Jika ada yang mengatakan begitu, mereka harus mempelajari dokumen mereka kembali," ujar Trump menanggapi pernyataan Kementerian Perdagangan China yang menyebutkan bahwa AS telah menghubungi pihaknya terlebih dahulu.
Baca Juga: Tarif Trump Buka Peluang Ekspor RI ke BRICS dan TPP
Usut punya usut, sikap Trump dianggap memperlebar jurang perbedaan antara AS dan China dalam hal tarif, meski di saat bersamaan, Menteri Keuangan Bessent menyampaikan dalam wawancara dengan Fox News bahwa strategi yang ia bawa lebih berfokus pada de-eskalasi ketegangan, bukan pada kesepakatan besar jangka panjang.
"Kami tidak ingin memisahkan diri dari China, yang kami inginkan adalah perdagangan yang adil," ujar Bessent.
Sementara itu, data ekonomi menunjukkan tekanan yang dihadapi kedua negara. Perekonomian AS mengalami kontraksi untuk pertama kali sejak 2022, sementara sektor manufaktur China kembali mencatatkan kinerja terburuk sejak Desember 2023.
Baca Juga: Tarif Trump Jadi Momen Pengusaha Untuk Berinovasi
Meski Trump mengklaim bahwa kebijakan tarifnya menguntungkan AS dan menekan defisit perdagangan, sejumlah jajak pendapat menunjukkan mayoritas masyarakat AS tidak menyetujui pendekatannya terhadap isu perdagangan dan ekonomi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 6India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan









