Jaga Stabilitas Sosial, China Prioritaskan Lapangan Kerja di Tengah Perang Dagang

AKURAT.CO Pemerintah China mengumumkan serangkaian kebijakan untuk menjaga lapangan kerja di tengah ancaman perang dagang berkepanjangan dengan Amerika Serikat, menjadikan perlindungan pekerja sebagai fokus utama kebijakan ekonomi 2025.
Dalam konferensi pers gabungan pada Senin (28/4/2025), para pejabat tinggi menekankan pentingnya lapangan kerja sebagai penopang utama pertumbuhan dan ketahanan ekonomi.
Wakil Menteri Sumber Daya Manusia dan Jaminan Sosial, Yu Jiadong, secara terbuka mengakui bahwa tarif AS memberikan tekanan nyata kepada eksportir, yang berimbas pada bisnis dan kesempatan kerja.
Dirinya menyatakan bahwa pemerintah akan meningkatkan pelatihan keterampilan, terutama untuk generasi muda, dan menciptakan kebijakan insentif untuk menjaga tingkat pengangguran tetap rendah.
Baca Juga: China Tegaskan Tolak Negosiasi di Bawah Ancaman Tarif AS
“Kami akan memberikan prioritas pada pelatihan tenaga kerja dan membuka lebih banyak lapangan kerja, terutama untuk kaum muda dan kelompok rentan,” ujar Yu dikutip dari laman Bloomberg.
Langkah ini sejalan dengan pernyataan Zhao Chenxin dari NDRC, yang mengatakan bahwa stabilitas lapangan kerja menjadi indikator utama dalam merespons tekanan ekonomi eksternal.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah memiliki keyakinan penuh untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 5% tahun ini.
Dalam strategi dukungan terhadap pekerja, pemerintah akan memberikan dorongan kredit kepada sektor-sektor padat karya, memfasilitasi akses pelatihan vokasi, serta mengarahkan program sosial untuk mendukung rumah tangga yang rentan terhadap kehilangan pekerjaan.
Bank sentral China turut mendukung upaya ini dengan menjaga stabilitas nilai tukar dan memastikan sektor perbankan tetap mendukung perusahaan yang berorientasi ekspor.
Zou Lan dari PBOC menyebutkan bahwa bank akan diminta mempertahankan kucuran pinjaman ke sektor-sektor yang terdampak.
Meskipun menghadapi tekanan kuat dari AS, China menolak untuk terlibat dalam negosiasi perdagangan sebelum Washington mencabut seluruh tarif unilateralnya.
Baca Juga: Dongkrak Konsumsi Domestik, China Turunkan Ambang Potongan Pajak untuk Turis
Wakil Menteri Perdagangan, Sheng Qiuping menegaskan bahwa posisi China tetap konsisten dalam menuntut keadilan dan penghormatan dalam perdagangan internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










