Akurat

Tarif Trump Guncang Pasar, Ekonomi AS Diprediksi Melambat 1,4% di 2025

Yosi Winosa | 28 April 2025, 13:00 WIB
Tarif Trump Guncang Pasar, Ekonomi AS Diprediksi Melambat 1,4% di 2025

AKURAT.CO Kebijakan tarif Presiden Donald Trump yang diterapkan pada awal April 2025 menyebabkan keguncangan besar di pasar global dan mendorong proyeksi perlambatan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat.

Dikutip dari hasil survei Bloomberg, ekonomi AS diperkirakan hanya tumbuh 1,4% pada 2025, turun dari prediksi sebelumnya sebesar 2%.

Efek langsung dari penerapan tarif tersebut memperburuk sentimen konsumen dan dunia usaha. Bahkan, peluang terjadinya resesi dalam 12 bulan ke depan naik menjadi 45%, dibandingkan 30% pada Maret lalu.

Kebijakan tarif merupakan bagian dari strategi Trump untuk menghidupkan kembali industri manufaktur dalam negeri, namun justru memicu ketidakpastian di pasar global.

Baca Juga: Efek Domino Tarif Trump, Inflasi Melejit, Ekspor-AS Diprediksi Anjlok Hingga 2026

Upaya Trump untuk memperbaiki keadaan dilakukan melalui penundaan penerapan tarif selama 90 hari sambil membuka negosiasi perdagangan bilateral.

Dalam jajak pendapat terbaru CNN dan NBC News, hanya 39% warga Amerika yang menyetujui pengelolaan ekonomi Trump. Rendahnya tingkat persetujuan ini menjadi sinyal bahaya, baik bagi masa depan kepemimpinannya maupun posisi Partai Republik dalam menghadapi Pemilu Paruh Waktu 2026.

Ahli Strategi Partai Republik, Chris Wilson menilai bahwa resesi ekonomi hampir pasti akan mengakibatkan kerugian besar bagi partai tersebut. Jika Partai Demokrat berhasil merebut kembali mayoritas Kongres, Trump diperkirakan akan menghadapi lebih banyak hambatan politik pada sisa masa jabatannya.

Meskipun isu imigrasi tetap menjadi kekuatan utama Trump di mata pemilih, tekanan untuk memperbaiki kondisi ekonomi semakin mendesak.

Baca Juga: AS Waspada! China Siap Lawan Tarif Trump

Diketahui sebelumnya, Trump dijadwalkan mengadakan rapat umum di Michigan dan memberikan pidato di Universitas Alabama dalam upaya membangun kembali dukungan politik di tengah badai ketidakpuasan ekonomi.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.