Hadapi Tarif Trump, PM Li Qiang: Saatnya Keluar dari Kebiasaan

AKURAT.CO Perdana Menteri China, Li Qiang, akhirnya angkat suara soal kondisi ekonomi negaranya yang lagi-lagi harus berhadapan dengan tekanan dari Amerika Serikat.
Dalam sesi studi Dewan Negara dikutip dari laman CGTN, Sabtu (19/4/2025), Li secara gamblang menyatakan bahwa para pejabat wajib mengambil langkah cepat dan berani, apalagi di momen-momen krusial seperti sekarang.
“Ini saatnya bergerak cepat, keluar dari kebiasaan, dan hadirkan kebijakan yang bikin pasar kembali percaya, kita harus menjaga ekspektasi pasar, sebab hal tersebut mempengaruhi denyut aktivitas ekonomi," tegasnya.
Baca Juga: Trump Isyaratkan Penurunan Tarif Jika China Mau Kompromi
Usut punya usut, pernyataan tersebut muncul pasca tensi perang dagang AS-China makin panas, menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump yang menaikkan tarif hingga 245% terhadap barang-barang China.
Balasan dari Beijing? Tentunya tidaklah kalah panas. China juga menggencet produk-produk AS dengan tarif hingga 125%.
Menariknya, meski digempur tarif tinggi AS, ekonomi China malah menunjukkan performa bagus di kuartal pertama 2025. PDB-nya tumbuh 5,4% dibandingkan tahun sebelumnya, berkat subsidi dari pemerintah dan ekspor yang menggeliat demi menutupi efek tarif.
Meskipun begitu, tidak sedikit dari lembaga keuangan global seperti Goldman Sachs, UBS, Citigroup, hingga Societe Generale mulai memangkas proyeksi pertumbuhan China tahun ini, dengan rata-rata prediksi barunya di bawah 4%.
Melihat ancaman ekonomi yang nyata ini, PM Li mengisyaratkan bahwa pemerintah akan memacu kebijakan fiskal, terutama lewat pembangunan infrastruktur dan pelepasan obligasi daerah besar-besaran.
Dengan rencana utama yakni, obligasi senilai CNY2,7 triliun atau setara hampir USD370 miliar bakal diterbitkan di kuartal kedua.
Langkah-langkah tersebut kabarnya akan jadi bahan diskusi utama dalam rapat Politbiro (Forum Pengambil Keputusan Tertinggi di China) akhir bulan ini. Rapat tersebut biasanya jadi panggung penting dalam menentukan arah ekonomi negeri Tirai Bambu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










