Akurat

Struktur Ekonomi Lemah, Pertumbuhan Jerman Tertekan di 2025

Demi Ermansyah | 11 April 2025, 21:55 WIB
Struktur Ekonomi Lemah, Pertumbuhan Jerman Tertekan di 2025

AKURAT.CO Proyeksi pertumbuhan ekonomi Jerman pada 2025 yang anjlok menjadi hanya 0,1% bukan hanya disebabkan oleh kebijakan tarif dari Amerika Serikat.

Laporan gabungan lima lembaga riset ekonomi utama Jerman menunjukkan bahwa masalah internal Jerman sendiri yang bersifat struktural justru menjadi hambatan paling berat bagi perekonomian.

Menurut laporan yang dirilis pada 10 April 2025, masalah seperti kekurangan tenaga kerja terampil, birokrasi yang berbelit-belit, dan lemahnya investasi infrastruktur menjadi penyebab stagnasi ekonomi yang tak kunjung teratasi.

Analis RWI-Leibniz Institute, Torsten Schmidt menekankan bahwa stimulus fiskal saja tidak cukup, karena masalah-masalah ini sudah mengakar dalam sistem ekonomi Jerman.

Tentunya, lanjut Schmidt, langkah tersebut berpotensi besar mengingat sebelumnya Jerman sangat ketat dalam urusan anggaran dan utang publik.

"Melalui kebijakan fiskal ekspansif, PDB Jerman diproyeksikan tumbuh 1,3% pada 2026, namun itu pun masih di bawah proyeksi awal sebesar 2,1%. Artinya, sekalipun ada dorongan anggaran, kapasitas struktural ekonomi Jerman tetap belum memadai untuk mendukung pemulihan yang kuat," ucap Schmidt

Baca Juga: Prabowo Bentuk Satgas Khusus Atasi Ancaman PHK Massal Imbas Tarif AS

Kelemahan dalam tenaga kerja terampil, misalnya, menjadi masalah yang semakin akut karena penuaan populasi dan rendahnya migrasi pekerja berketerampilan tinggi.

Sementara di sisi birokrasi, banyak pelaku usaha mengeluhkan lamanya perizinan dan ketidakefisienan sistem administratif pemerintah.

Dampak dari persoalan ini bukan hanya terlihat dalam lambatnya pertumbuhan, tetapi juga dalam menurunnya daya saing Jerman secara global.

"Jika reformasi struktural tidak segera dilakukan mulai dari reformasi pendidikan vokasi, digitalisasi layanan publik, hingga percepatan pembangunan infrastruktur Jerman bisa terjebak dalam stagnasi jangka panjang," ucapnya kembali.

Baca Juga: Besok, Prabowo Akan Sampaikan Strategi Pemerintah Atas Kebijakan Tarif AS

Para analis pun sepakat tanpa pembenahan menyeluruh dari dalam negeri, Jerman akan kesulitan memanfaatkan momentum global atau menghadapi tekanan eksternal seperti perang dagang.

"Oleh karena itu, masa depan ekonomi mereka tak hanya ditentukan oleh dunia luar, tetapi juga oleh kemampuan mereka mereformasi dirinya sendiri," ucapnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.