Akurat

Ekspor Batu Bara dan Besi Baja Turun, Industri Tambang Hadapi Tantangan Global

Demi Ermansyah | 17 Maret 2025, 18:20 WIB
Ekspor Batu Bara dan Besi Baja Turun, Industri Tambang Hadapi Tantangan Global

AKURAT.CO Ditengah lonjakan ekspor industri pengolahan, sektor pertambangan mengalami tekanan pada Februari 2025.

Mengacu kepada hasil data Badan Pusat Statistik (BPS), menunjukkan bahwa ekspor batu bara dan besi baja mengalami penurunan baik secara bulanan maupun tahunan.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa ekspor batu bara yang selama ini menjadi salah satu penyumbang terbesar dalam ekspor nonmigas, turun senesae 3,79% dibandingkan Januari.

"Secara tahunan, penyusutan lebih tajam terjadi dengan kontraksi 19,73% dibandingkan Februari 2024," ucapnya dalam konferensi pers yang dipantau secara daring di Jakarta, Senin (17/3/2025).

Baca Juga: Ekspor Indonesia Diprediksi Naik Tajam, Akankah Neraca Perdagangan Cetak Surplus?

Lebih lanjut ia memaparkan ekspor besi dan baja (HS72) juga alami penurunan 6,20% secara bulanan, meskipun masih mencatat pertumbuhan tahunan sebesar 19,52%. Penurunan ekspor sektor tambang ini lanjut Amalia, dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal.

"Fluktuasi harga komoditas global serta kebijakan perdagangan dari negara mitra turut berdampak pada ekspor batu bara dan besi baja kita,” ujar Amalia.

Permintaan batu bara yang melemah, tambahnya, disebabkan oleh pergeseran kebijakan energi di berbagai negara yang mulai mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Selain itu, perlambatan ekonomi di beberapa negara tujuan ekspor turut menekan permintaan besi baja," ucapnya kembali.

Meskipun sektor tambang menghadapi tantangan, pemerintah terus mendorong diversifikasi ekspor dan peningkatan nilai tambah produk tambang melalui hilirisasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.