IHSG Melonjak! Sentimen Positif Pasar Kerek Indeks ke Level 6.762

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melanjutkan penguatan pada perdagangan awal pekan ini, dengan target uji level antara 6.686 hingga 6.762. Dimana prediksi tersebut muncul setelah IHSG ditutup menguat sebesar 0,27% pada perdagangan akhir pekan Jumat lalu, mencapai level 6.636, yang disertai peningkatan volume pembelian.
Para analis dari MNC Sekuritas menilai bahwa kenaikan IHSG ini masih memiliki potensi untuk menguji area penguatan terdekat sebagai bagian dari wave B.
"Kondisi pasar menunjukkan sentimen positif yang mendukung kelanjutan tren naik indeks, meskipun masih harus menghadapi berbagai level support dan resistansi yang krusial," ujar tim analis MNC Sekuritas dalam keterangannya, Senin (10/3/2025).
Dalam perdagangan hari ini, MNC Sekuritas mengidentifikasi level support utama IHSG berada di kisaran 6.446 hingga 6.297, sementara level resistansi diperkirakan berada pada rentang 6.698 hingga 6.818. Informasi ini memberikan gambaran bahwa pergerakan indeks akan terus diuji oleh dinamika pasar dan faktor eksternal yang berpengaruh.
Tak hanya fokus pada pergerakan indeks, MNC Sekuritas juga merekomendasikan sejumlah saham unggulan untuk para investor. Saham-saham seperti AMRT, BUKA, INDF, dan MBMA menjadi sorotan karena potensi pertumbuhan dan kontribusinya terhadap penguatan IHSG secara keseluruhan.
Baca Juga: Pasar Saham Anjlok Akibat Kebijakan Tarif Trump, Investor Ketar-Ketir
Sementara itu, Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, memproyeksikan bahwa IHSG pekan ini akan tampil kinclong. Ia menilai bahwa pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan belasan konglomerat besar di Istana Negara pada akhir pekan lalu memberikan sentimen positif yang signifikan bagi pasar saham.
Pertemuan tersebut, yang juga diwarnai oleh kehadiran miliarder Amerika Serikat Ray Dalio, menunjukkan bahwa para pengusaha besar dari berbagai sektor mulai dari pangan, properti, energi, keuangan, hingga manufaktur bersedia berdialog dengan pemerintah. Gestur ini diharapkan dapat membuka jalan bagi solusi strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah kondisi global yang tidak menentu.
Liza menambahkan bahwa inisiatif pertemuan semacam ini tidak hanya meningkatkan kepercayaan pasar, tetapi juga mendorong optimisme investor terhadap arah kebijakan ekonomi ke depan.
"Dengan kolaborasi yang erat antara pemerintah dan sektor swasta, diharapkan strategi penguatan ekonomi dapat berjalan lebih efektif," ujar Liza.
Baca Juga: Saham EXCL Bakal Cerah Usai Merger
Namun, di balik optimisme tersebut, kondisi makroekonomi masih menjadi tantangan tersendiri. Laporan menyebutkan bahwa pukulan terhadap belasan ribu pekerja yang terjadi pada bulan Februari lalu menjadi peringatan serius atas kesehatan iklim usaha di Indonesia, terutama di tengah ambisi pemerintah mencapai target pertumbuhan GDP sebesar 8%.
Di sisi lain, Equity Research Analyst dari Panin Sekuritas, Felix Darmawan, menyatakan bahwa pertemuan Presiden Prabowo dengan konglomerat memberikan angin segar bagi pasar saham Indonesia. Pembahasan mengenai program strategis seperti MBG dan Danantara dipandang sebagai sinyal komitmen pemerintah untuk menggenjot perekonomian.
Felix menambahkan bahwa kontribusi saham-saham milik konglomerat yang hadir dalam pertemuan tersebut sudah mulai terasa di IHSG, yang menguat dalam beberapa hari terakhir. Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta diyakini akan mempercepat implementasi program ekonomi dan investasi, sehingga sektor konsumsi, infrastruktur, dan industri strategis lainnya mendapat dorongan positif.
Dengan kejelasan arah kebijakan dan dukungan sinergis antara pemerintah serta pengusaha, sentimen pasar diperkirakan akan tetap positif dalam waktu mendatang. Para investor diharapkan untuk terus memantau perkembangan pasar dan mengambil keputusan investasi yang tepat guna memanfaatkan momentum penguatan IHSG.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










