BRICS dan Tarif Trump, Akankah Poros Dunia Bergeser?
Demi Ermansyah | 28 Februari 2025, 23:53 WIB

AKURAT.CO Negara-negara yang tergabung dalam BRICS semakin serius mencari alternatif sistem pembayaran untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.
Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva menegaskan bahwa inisiatif ini menjadi salah satu fokus utama BRICS di bawah kepemimpinan Brasil tahun ini.
Tentunya langkah tersebut diambil karena proteksionisme global semakin meningkat, sehingga membuat banyak negara harus mencari strategi baru agar tidak terjebak dalam sistem keuangan yang dikuasai oleh dolar AS.
Jika sistem pembayaran alternatif ini berhasil diwujudkan, maka negara-negara BRICS bisa lebih leluasa bertransaksi tanpa harus bergantung pada mata uang Amerika.
Mengapa BRICS mencari alternatif? Mengutip dari laman Reuters, pada saat pertemuan Sherpa BRICS yang digelar pada Rabu (26/2/2025) lalu, Lula menegaskan bahwa memperbanyak opsi pembayaran bukan hanya tentang kemandirian ekonomi, tetapi juga tentang mengurangi risiko dan biaya transaksi internasional.
Mengapa BRICS mencari alternatif? Mengutip dari laman Reuters, pada saat pertemuan Sherpa BRICS yang digelar pada Rabu (26/2/2025) lalu, Lula menegaskan bahwa memperbanyak opsi pembayaran bukan hanya tentang kemandirian ekonomi, tetapi juga tentang mengurangi risiko dan biaya transaksi internasional.
Baca Juga: Gabung BRICS, Nigeria Siap Atasi Tantangan Domestik?
"Perdagangan dan investasi kini dihadapkan pada proteksionisme yang semakin ketat. BRICS harus mencari cara agar bisa tetap terintegrasi secara ekonomi tanpa bergantung pada sistem yang ada saat ini. Dengan opsi pembayaran yang lebih luas, kita bisa lebih fleksibel dan aman," ujar Lula.
Jika sistem pembayaran baru ini terwujud, maka negara-negara BRICS bisa melakukan transaksi dengan lebih efisien, lebih murah, dan lebih mandiri. Ini tentu menjadi langkah besar dalam mengurangi dominasi dolar dalam perdagangan internasional.
"Perdagangan dan investasi kini dihadapkan pada proteksionisme yang semakin ketat. BRICS harus mencari cara agar bisa tetap terintegrasi secara ekonomi tanpa bergantung pada sistem yang ada saat ini. Dengan opsi pembayaran yang lebih luas, kita bisa lebih fleksibel dan aman," ujar Lula.
Jika sistem pembayaran baru ini terwujud, maka negara-negara BRICS bisa melakukan transaksi dengan lebih efisien, lebih murah, dan lebih mandiri. Ini tentu menjadi langkah besar dalam mengurangi dominasi dolar dalam perdagangan internasional.
Usut punya usut, rencana BRICS ini tentu saja menarik perhatian Amerika Serikat. Dimana Presiden AS, Donald Trump sempat mengklaim bahwa BRICS telah membatalkan rencana membuat alternatif dolar setelah mendapatkan ancaman dari Washington.
Trump menyebut bahwa AS berencana menaikkan tarif impor hingga 150% dan menghentikan perdagangan dengan negara-negara BRICS, sehingga blok ini disebutnya mulai mempertimbangkan ulang strateginya.
Namun, kenyataannya berbeda. BRICS masih terus membahas penggunaan mata uang nasional dalam transaksi antar anggota serta kemungkinan menciptakan mata uang bersama.
Trump menyebut bahwa AS berencana menaikkan tarif impor hingga 150% dan menghentikan perdagangan dengan negara-negara BRICS, sehingga blok ini disebutnya mulai mempertimbangkan ulang strateginya.
Namun, kenyataannya berbeda. BRICS masih terus membahas penggunaan mata uang nasional dalam transaksi antar anggota serta kemungkinan menciptakan mata uang bersama.
Walaupun belum ada keputusan final, inisiatif ini menunjukkan bahwa BRICS ingin mengurangi dominasi dolar AS dan membangun sistem keuangan yang lebih mandiri.
Akankah poros dunia berubah? Sejak didirikan pada 2006 oleh Rusia, China, India, dan Brasil, BRICS telah berkembang menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia. Afrika Selatan bergabung pada 2011, dan pada awal 2024, beberapa negara lain juga resmi menjadi anggota.
Dengan semakin bertambahnya anggota, BRICS memiliki potensi ekonomi yang besar untuk menentang dominasi ekonomi negara-negara Barat. Jika sistem pembayaran alternatif ini berhasil, maka bukan tidak mungkin BRICS akan menjadi blok ekonomi yang lebih mandiri dan berpengaruh secara global.
Akankah poros dunia berubah? Sejak didirikan pada 2006 oleh Rusia, China, India, dan Brasil, BRICS telah berkembang menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia. Afrika Selatan bergabung pada 2011, dan pada awal 2024, beberapa negara lain juga resmi menjadi anggota.
Dengan semakin bertambahnya anggota, BRICS memiliki potensi ekonomi yang besar untuk menentang dominasi ekonomi negara-negara Barat. Jika sistem pembayaran alternatif ini berhasil, maka bukan tidak mungkin BRICS akan menjadi blok ekonomi yang lebih mandiri dan berpengaruh secara global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










