Akurat

Bidik Pertumbuhan Ekonomi 3,5 Persen, Thailand Siapkan Paket Kebijakan Ini

Demi Ermansyah | 28 Februari 2025, 15:47 WIB
Bidik Pertumbuhan Ekonomi 3,5 Persen, Thailand Siapkan Paket Kebijakan Ini

AKURAT.CO Pemerintah Thailand tengah menyiapkan strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ke kisaran 3% hingga 3,5% pada tahun ini.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan menggelar pertemuan dengan bank sentral dan badan perencanaan ekonomi guna membahas langkah-langkah strategis.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Thailand, Pichai Chunhavajira dikutip dari laman Bloomberg, Jumat (28/2/2025).

Dimana menurutnya pertemuan tersebut akan fokus pada penguatan sektor pariwisata serta pengendalian harga komoditas pertanian, yang merupakan dua faktor penting dalam perekonomian Thailand.

Sebagai ekonomi terbesar kedua di Asia Tenggara, Thailand mencatat pertumbuhan hanya 2,5% pada tahun lalu.
 
 
Angka ini lebih rendah dari proyeksi sebelumnya dan tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga seperti Indonesia dan Vietnam yang menunjukkan pertumbuhan lebih cepat.

Untuk mengejar ketertinggalan, Thailand akan mengandalkan investasi asing serta kebijakan stimulus dari pemerintah.

Pichai menegaskan bahwa dorongan ekonomi ini sangat penting untuk memastikan pemulihan yang berkelanjutan.

"Pertumbuhan ekonomi tahun ini akan bergantung pada investasi asing dan kebijakan stimulus yang tepat sasaran," ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, pemerintah berencana meluncurkan tahap lanjutan program stimulus senilai THB450 miliar atau setara USD13,3 miliar pada kuartal kedua tahun ini.

Pemangkasan Suku Bunga

Selain kebijakan fiskal, pemerintah juga mempertimbangkan langkah pemangkasan suku bunga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Pada Senin lalu, Pichai menyatakan bahwa suku bunga yang lebih rendah bisa membantu mendorong ekspansi bisnis serta melemahkan nilai tukar baht, yang pada akhirnya bisa meningkatkan daya saing ekspor Thailand.

Langkah ini pun sudah mulai terlihat. Pada Rabu (26/2/2025) lalu, bank sentral Thailand menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 2,00% dalam pertemuan pertamanya tahun ini.
 
Kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap prospek pertumbuhan yang lebih lambat serta ketidakpastian kebijakan perdagangan global.

Selanjutnya, bank sentral Thailand dijadwalkan mengadakan tinjauan kebijakan moneter berikutnya pada 30 April.
 
Keputusan ini dinantikan oleh pelaku pasar dan investor, mengingat perannya yang krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi negara.
 
Dengan berbagai kebijakan yang disiapkan, Thailand optimistis bisa mencapai target pertumbuhan 3-3,5% pada 2025.
 
Namun, tantangan tetap ada, terutama dari faktor eksternal seperti perlambatan ekonomi global dan volatilitas harga komoditas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.