Akurat

Bos Kadin Optimistis Peringkat Kredit RI Naik ke BBB+ dalam 1,5 Tahun

Hefriday | 21 Januari 2025, 21:58 WIB
Bos Kadin Optimistis Peringkat Kredit RI Naik ke BBB+ dalam 1,5 Tahun

AKURAT.CO Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia optimistis peringkat kredit Indonesia yang saat ini berada pada level BBB akan meningkat menjadi BBB+ dalam kurun waktu 1,5 tahun. Hal ini dinilai akan semakin memperkuat status investasi Indonesia di mata dunia.  

Ketua Umum Kadin, Anindya Bakrie, dalam acara diskusi panel Paviliun Indonesia di ajang World Economic Forum (WEF) 2025 di Davos, Swiss, menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk mencapai peningkatan tersebut.
 
"Saya pikir dalam waktu 1,5 tahun, kita harus naik dari BBB ke BBB+ yang menempatkan kita dalam status investasi yang bagus," kata Anindya saat acara tersebut yang disiarkan secara daring dari Jakarta, Selasa (21/1/2025). 
 
 
Anindya mengajak para investor global untuk menanamkan modal di Indonesia, dengan menyoroti sejumlah keunggulan yang dimiliki negara ini. Salah satu daya tarik utama adalah populasi terbesar di Asia Tenggara dengan jumlah 285 juta jiwa, di mana mayoritasnya berada pada rentang usia produktif, yaitu di bawah 40 tahun.  
 
Selain itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga menjadi daya tarik lain. Selama 20 tahun terakhir, ekonomi Indonesia telah tumbuh lima kali lipat, dan ditargetkan akan meningkat empat kali lipat lagi dalam 20 tahun mendatang. Jika target ini tercapai, pendapatan per kapita Indonesia diproyeksikan mencapai USD20.000 pada 2045.  
 
"Ini tidak mudah, tapi bukan tidak bisa tercapai," ujar Anindya. Ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut membutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.  
 
Keikutsertaan Indonesia dalam WEF 2025 juga memiliki tujuan strategis lainnya. Menurut Anindya, Paviliun Indonesia di Davos bertujuan menarik investasi dari negara-negara nontradisional. "Kami ingin membuka pasar di luar mitra utama seperti China, Amerika Serikat, dan ASEAN," jelasnya.  
 
Sebelumnya, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyebut bahwa keterlibatan Indonesia dalam WEF menunjukkan komitmen terhadap investasi berkelanjutan. Ia menyampaikan bahwa paviliun Indonesia menjadi simbol keterbukaan dan kesiapan Indonesia dalam menghadapi tantangan global.  
 
"Kehadiran Indonesia di sini menunjukkan bahwa kita sadar akan tantangan global. Bagi investor dunia, Indonesia adalah rumah yang tepat karena kita telah mengadopsi prinsip keberlanjutan dan memanfaatkan kecerdasan buatan dalam berbagai industri," ungkap Rosan.  
 
Lebih lanjut, Rosan menyatakan bahwa forum ini merupakan peluang penting untuk memperkuat citra positif Indonesia di kancah internasional. Hal ini sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang proaktif dalam diskusi ekonomi global.  

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa