Akurat

BoJ Beri Sinyal Hawkish, Yen Langsung To the Moon

Demi Ermansyah | 16 Januari 2025, 08:42 WIB
BoJ Beri Sinyal Hawkish, Yen Langsung To the Moon

AKURAT.CO Gubernur Bank of Japan (BoJ), Kazuo Ueda, kembali mencuri perhatian pasar keuangan dengan komentarnya yang dianggap sebagai sinyal kenaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan yang akan diselenggarakan pekan depan. 

Dampaknya, yen langsung menguat sebesar 0,4% terhadap dolar AS, naik dari level 158 ke 157,34. Langkah ini semakin mempertegas arah kebijakan moneter Jepang di tengah tantangan ekonomi global.

Dalam pidatonya yang dilansir Reuters, Kamis (16/1/2025), Ueda mengungkapkan optimismenya terhadap tren kenaikan upah yang terlihat dari berbagai acara tahun baru bersama pelaku industri dan pertemuan dengan manajer cabang BoJ.
 
 
Ueda juga menyoroti momentum negosiasi upah musim semi sebagai salah satu indikator utama dalam menentukan arah kebijakan.

“Kami melihat banyak pandangan positif tentang kenaikan upah, dan ini menjadi bahan pertimbangan penting dalam menentukan langkah kebijakan moneter ke depan,” ujar Ueda dalam acara Asosiasi Bank Regional Jepang.

Komentar ini mempertegas pernyataan Deputi Gubernur BoJ, Ryozo Himino, sehari sebelumnya. Dimana Himino tidak menutup kemungkinan kenaikan suku bunga pekan depan, dengan menyebut bahwa keputusan akan didasarkan pada prospek ekonomi yang dirumuskan dalam pertemuan 23-24 Januari nanti.
 
Hal ini membuat pasar semakin yakin bahwa perubahan kebijakan moneter sudah di depan mata.

Bahkan mengacu kepada data dari swap indeks, menunjukkan bahwa peluang kenaikan suku bunga pada Januari mencapai 68%, dan bahkan meningkat menjadi 86% pada Maret. 
 
“Pasar membaca komentar Ueda sebagai indikasi kuat bahwa kenaikan suku bunga mungkin terjadi bulan ini. Bobot pernyataan Ueda tentu lebih besar karena ia adalah gubernur,” ujar Takeshi Ishida, ahli strategi mata uang di Kansai Mirai Bank.

Di sisi lain, BoJ juga akan merilis laporan prospek ekonomi terbaru pada pertemuan mendatang. Narasumber yang mengetahui isu ini mengungkapkan bahwa laporan tersebut kemungkinan akan menunjukkan peningkatan proyeksi inflasi, terutama untuk indeks harga dasar tahun fiskal ini dan tahun depan.
 
Faktor utama yang mempengaruhi proyeksi ini adalah lonjakan harga beras dan pelemahan yen.

Jika suku bunga benar-benar dinaikkan, ini akan menjadi langkah signifikan bagi Jepang yang selama ini dikenal dengan kebijakan suku bunga ultra-rendah. 
 
“Pasar kini menunggu bukti lebih lanjut dari tren upah yang berkelanjutan, yang menjadi fokus utama BoJ,” tambah Ishida.

Dengan kombinasi optimisme terhadap upah, inflasi yang terus dipantau, dan spekulasi pasar, pertemuan BoJ pekan depan menjadi salah satu agenda penting yang akan menentukan arah kebijakan moneter Jepang ke depannya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.