Aduh, 10 Juta Orang Kaya RI Masih Gemar Belanja di Luar Negeri
Yosi Winosa | 16 Januari 2025, 05:05 WIB

AKURAT.CO Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan sekitar 10 juta masyarakat orang kaya atau tier I masih gemar belanja di luar negeri.
Menurutnya hal ini pun menjadi persoalam tersendiri bagi pemerintah yang tengah berupaya mendongkrak daya beli masyarakat. "Persoalan kita cuma satu yaitu di tier 1 yang paling atas yang 10 juta orang itu yang belanjanya karena ini tidak di Indonesia," jelasnya ketika ditemui di Jakarta, Rabu (15/1/2025).
"Nah ini kebanyakan mereka belanjanya tidak di Indonesia. Padahal itu daya belinya kuat. Nah itu yang sebetulnya kita perlu tarik (belanja) juga di sini," sambungnya.
Namun demikian, Airlangga menegaskan bahwa sejatinya tingkat daya beli masyarakat selama ini masih tercatat relatif baik. Hal ini tercermin dari konsumsi rumah tangga yang masih jadi penopang pertumbuhan ekonomi hingga kuartal III-2024 yang sebesar 4,95% (yoy)
Airlangga menambahkan, daya beli masyarakat juga dapat diukur dengan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang meningkat. Sebagai informasi, Bank Indonesia (BI) mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Desember 2024 sebesar 127,7 lebih tinggi dibandingkan dengan indeks pada bulan sebelumnya yang sebesar 125,9.
Ia bilang, meningkatnya indeks tersebut mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi meningkat. Sebagai salah satu strategi mendongkrak daya beli masyarakat, Pemerintah telah menyelenggarakan beragam program belanja murah akhir tahun 2024.
Bahkan ia mengklaim, program tersebut membukukan transaksi yang mencapai Rp71,5 triliun. Nilai itu merupakan akumulasi dari total transaksi Program Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas), Program Belanja di Indonesia Aja (BINA), dan Program Every Purchase is Cheap (EPIC) Sale 2024.
Tak tanggung-tanggung, Airlangga menyebutkan, program tersebut melibatkan lebih dari 82 ribu gerai (dan) outlet. Kemudian, Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Hypermarket, dan lainnya. "Dan itu dalam waktu 11 Desember- 29 Desember terserap Rp71 triliun. Dibandingkan tahun yang lalu (2023), kenaikan 15 persen. Artinya, daya beli dan daya dorong ada," tambahnya.
Terakhir, Airlangga menekankan Pemerintah Indonesia akan mencoba menarik pendapatan yang hilang dari kelompok tier I tersebut. Ia bakal membuat para orang-orang kaya itu belanja di Indonesia. Namun demikian, Airlangga mengaku belum bisa membeberkan langkah apa yang akan ditempuh untuk memulangkan potensi cuan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










