Akurat

Harga Minyak Dunia Meroket Akibat Minimnya Pasokan dari Rusia dan OPEC

Hefriday | 8 Januari 2025, 12:38 WIB
Harga Minyak Dunia Meroket Akibat Minimnya Pasokan dari Rusia dan OPEC

AKURAT.CO Harga minyak dunia mengalami kenaikan pada perdagangan Rabu (8/1/2025), didukung oleh pengetatan pasokan dari Rusia dan negara-negara anggota OPEC. Di sisi lain, data ekonomi yang menunjukkan peningkatan lapangan kerja di Amerika Serikat turut mendorong ekspektasi permintaan minyak yang lebih tinggi.

Harga minyak mentah Brent naik 32 sen atau 0,42% menjadi USD77,37 per barel pada pukul 01.35 GMT. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 42 sen atau 0,57% menjadi USD74,67 per barel.

Dikutip dari Reuters, Rabu (8/1/2025), pasokan minyak dari negara-negara OPEC tercatat turun pada Desember setelah mengalami kenaikan selama dua bulan berturut-turut, menurut survei Reuters. Penurunan ini dipicu oleh perawatan lapangan minyak di Uni Emirat Arab, yang mengimbangi kenaikan produksi dari Nigeria dan beberapa negara lainnya dalam kelompok tersebut.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik ke Level Tertinggi Sejak Oktober, Brent Tembus USD76,66 per Barel

Rusia juga melaporkan penurunan produksi minyak pada Desember, dengan rata-rata output harian sebesar 8,971 juta barel, menurut laporan Bloomberg. Angka ini berada di bawah target produksi Rusia, menunjukkan adanya kendala dalam memenuhi kapasitas produksi yang diharapkan.

Di Amerika Serikat, data Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) menunjukkan pembukaan lapangan kerja meningkat pada November. Selain itu, angka pemutusan hubungan kerja tetap rendah, dan para pekerja cenderung enggan untuk mengundurkan diri. Data ini mengindikasikan bahwa pasar tenaga kerja AS perlahan kembali ke kondisi sebelum pandemi.

Menurut Capital Economics, data JOLTS terbaru ini, bersama dengan laporan ketenagakerjaan lainnya, memberikan sinyal positif tentang aktivitas ekonomi yang kembali normal. Dengan ekonomi yang tumbuh, permintaan minyak pun diperkirakan meningkat seiring dengan mobilitas dan konsumsi bahan bakar.

Di sisi lain, stok minyak mentah di AS dilaporkan menurun pekan lalu, sementara persediaan bahan bakar justru meningkat, menurut sumber pasar yang mengutip data dari American Petroleum Institute. Penurunan stok minyak mentah ini turut memberikan dorongan pada harga minyak dunia.

Namun, para analis memperkirakan bahwa rata-rata harga minyak tahun ini kemungkinan akan lebih rendah dibandingkan tahun 2024. Produksi dari negara-negara non-OPEC diperkirakan meningkat, sehingga menciptakan kondisi oversupply di pasar minyak global.

BMI, bagian dari Fitch Group, memprediksi harga rata-rata minyak mentah Brent pada tahun 2025 akan berada di level USD76 per barel, lebih rendah dari rata-rata USD80 per barel pada 2024.

"Pandangan ini didorong oleh data fundamental kami yang menunjukkan pertumbuhan pasokan melebihi permintaan sebesar 485.000 barel per hari," tulis BMI dalam catatan kliennya.

Dengan dinamika ini, pasar minyak dunia akan terus dipengaruhi oleh keseimbangan antara pasokan dan permintaan, serta perkembangan ekonomi global. Para pelaku pasar akan terus memantau langkah-langkah OPEC dan Rusia dalam mengelola produksinya, sembari mengantisipasi dampak dari pertumbuhan ekonomi negara-negara besar seperti AS.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa