Ini Penyebab Inflasi RI di 2024 Cuma 1,57 Persen, Terendah dalam Sejarah

AKURAT.CO Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Indonesia pada Desember 2024 sebesar 0,44 secara bulanan (MtM) atau 1,57% secara tahunan (YoY).
Kebetulan, Indonesia mencatat inflasi Desember (yoy) sebagai inflasi sepanjang tahun. Artinya, inflasi tahunan yang tercatat pada Desember juga menjadi inflasi pada tahun berjalan (YtD). Atau dengan kata lain, inflasi RI pada 2024 tercatat sebesar 1,57%.
Capaian tersebut lebih rendah dari tahun 2023 yang sebesar 2,61% serta memecahkan rekor inflasi terendah yang pernah tercatatkan sebelumnya, yakni pada 2020 sebesar 1,68%.
Baca Juga: Inflasi November 2024 Capai 0,3 Persen Secara Bulanan
Menurut Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu, Febrio Kacaribu, penurunan inflasi tahunan di 2024 terutama didorong oleh stabilitas harga pangan yang kembali ke level normal.
Maklum saja, pada 20222 dan 2023 lalu berbagai pasokan komoditas pangan terutama beras terdisrupsi oleh perang (Rusia-Ukraina dan Israel-Palestina), La Nina (musim dingin berkepanjangan) dan El Nino (musim kemarau berkepanjangan). AKibatnya, harga pangan pun membubung tinggi.
Di tengah terkendalinya inflasi umum, inflasi inti pada 2024 menunjukkan penguatan, mencapai 2,26% (yoy). Faktor pendukung utama penguatan ini adalah kelompok penyediaan makanan dan minuman, pakaian dan alas kaki, serta perawatan pribadi, khususnya peningkatan harga emas.
Namun, bila mengesampingkan kontribusi emas perhiasan, inflasi inti tetap stabil di level 1,72% (yoy), sama seperti akhir 2023. Febrio menambahkan, inflasi inti tanpa emas memperlihatkan tren penguatan sejak pertengahan tahun 2024, dimulai dari level 1,58% pada Juli.
"Salah satu faktor utama terkendalinya inflasi pada 2024 adalah harga pangan yang stabil. Inflasi harga bergejolak (volatile food) mencatatkan angka 0,12 pesen (yoy) pada Desember, meningkat dari minus 0,32 persen pada November tetapi jauh lebih rendah dibandingkan angka Desember 2023 yang mencapai 6,73 persen," ujar Febrio dalam keterangannya, dikutip Jumat (3/1/2024).
Febrio menambahkan, keberhasilan ini tidak terlepas dari stok pangan yang melimpah, kondisi cuaca yang kondusif, serta sinergi kebijakan pengendalian inflasi yang dilakukan pemerintah pusat dan daerah.
Inflasi yang diatur pemerintah (administered price) turut menunjukkan tren penurunan. Pada Desember 2024, angka inflasi untuk kelompok ini turun menjadi 0,56% (yoy), lebih rendah dibandingkan 0,82 persen pada November dan 1,72% di akhir 2023. Penurunan ini didukung oleh kebijakan harga energi yang stabil dan penurunan tarif transportasi udara selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru 2024).
"Penurunan tarif transportasi udara bahkan menciptakan deflasi bulanan pada sektor transportasi," imbuh Febrio.
Keberhasilan pengendalian inflasi sepanjang 2024, menurut Febrio, tidak lepas dari kolaborasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah. Kebijakan antisipatif yang responsif, terutama dalam mendukung stabilitas harga pangan selama hari besar keagamaan nasional (HBKN), menjadi salah satu pilar utama.
Selain itu, insentif fiskal yang diberikan kepada masyarakat turut memperkuat daya beli, sehingga mendorong stabilitas harga barang dan jasa di berbagai sektor. Febrio menekankan pentingnya pengelolaan kebijakan energi dan transportasi untuk menjaga stabilitas inflasi administered price. "Kami terus memantau risiko pada sektor ini agar inflasi tetap terkendali dan tidak berdampak besar pada daya beli masyarakat," tekannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 2Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK








