Cara Memaksimalkan Tabungan Agar Tak Tergerus Inflasi

AKURAT.CO Bagi banyak orang, menabung sering kali dianggap sebagai langkah aman untuk menjaga keuangan. Tapi, pernahkah kamu berpikir kalau tabungan di bank yang enggak produktif itu sebenarnya bisa bikin uangmu pelan-pelan "dimakan" inflasi?
Tenang saja, artikel ini bakal kasih tahu cara cerdas menyimpan uang supaya enggak cuma aman, tapi juga bisa tumbuh seiring waktu. Yuk, kita bahas!
Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa yang terjadi secara berkala. Misalnya, tahun ini harga secangkir kopi Rp20.000, tapi lima tahun lagi bisa menjadi Rp30.000. Artinya, nilai uang yang kamu simpan sekarang akan berkurang nilainya di masa depan.
Kalau kamu cuma menyimpan uang di tabungan biasa dengan bunga rendah, nilainya malah enggak bakal mengimbangi inflasi. Itu sebabnya penting untuk mencari cara supaya uang kamu tetap "hidup" dan bertumbuh.
Salah satu cara yang bisa kamu coba adalah memilih instrumen keuangan yang lebih produktif. Reksa dana, deposito berjangka, saham, atau obligasi bisa jadi pilihan menarik.
Baca Juga: Tips Kelola Keuangan Gen Z Di Tengah Gaya Hidup Modern
Deposito misalnya, menawarkan bunga lebih tinggi dibandingkan tabungan biasa. Reksa dana pasar uang cocok buat pemula karena resikonya rendah, tapi tetap memberikan imbal hasil yang lebih baik daripada tabungan biasa.
Selain itu, diversifikasi juga sangat penting. Jangan menyimpan semua uang di satu tempat. Misalnya, sebagian di deposito, sebagian lagi di reksa dana, dan sebagian kecil bisa kamu gunakan untuk investasi saham. Dengan diversifikasi, kamu meminimalkan risiko kehilangan seluruh uangmu kalau satu instrumen mengalami kerugian.
Tapi sebelum mulai, kamu harus punya dana darurat. Ini adalah dana yang disiapkan khusus untuk keadaan mendadak, seperti biaya medis atau perbaikan rumah. Idealnya, dana darurat setara dengan 3-6 bulan pengeluaran. Simpan dana ini di instrumen yang likuid, seperti tabungan atau reksa dana pasar uang, supaya mudah dicairkan kapan saja.
Penting juga untuk menentukan tujuan keuangan. Kalau kamu nabung tanpa tujuan, biasanya malah gampang tergoda untuk dipakai membeli hal yang enggak penting. Jadi, tentukan apakah kamu ingin menabung untuk membeli rumah, menikah, atau pensiun dini. Dengan begitu, kamu bisa memilih instrumen yang paling sesuai.
Jangan lupa, rutin evaluasi keuanganmu. Cek apakah strategi menabung dan investasimu sudah sesuai dengan target. Kalau ada instrumen yang enggak memberikan hasil maksimal, jangan ragu untuk mengalihkan ke tempat lain yang lebih menguntungkan.
Sebagian generasi yang melek teknologi telah memanfaatkan aplikasi pengelolaan keuangan dan investasi. Banyak aplikasi sekarang yang memudahkan kamu buat mengatur uang, mulai dari catatan pengeluaran hingga investasi otomatis. Dengan begitu, kamu enggak perlu ribet lagi, cukup pantau perkembangan uangmu lewat smartphone.
Intinya, jangan biarkan tabunganmu "nganggur" di rekening tanpa menghasilkan apa-apa. Mulailah bergerak, cari tahu instrumen yang sesuai dengan kebutuhan dan profil risiko. Dengan langkah yang tepat, uangmu enggak cuma aman, tapi juga terus bertumbuh melawan inflasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










