Akurat

Inflasi Naik, Otoritas Moneter Korsel Kian Tertekan

Demi Ermansyah | 31 Desember 2024, 15:01 WIB
Inflasi Naik, Otoritas Moneter Korsel  Kian Tertekan

AKURAT.CO Inflasi konsumen di Korea Selatan mencatat kenaikan signifikan pada akhir 2024, menambah tantangan besar bagi Bank of Korea (BoK) dalam menentukan kebijakan moneter ke depan.

Mengacu data terbaru yang dimiliki oleh Otoritas Korea Selatan, menunjukkan harga konsumen naik 1,9% pada Desember, lebih tinggi dari 1,5% pada bulan sebelumnya. Dimana angka ini juga melampaui prediksi ekonom yang memperkirakan inflasi berada di angka 1,7%.

Lonjakan inflasi ini tidak lepas dari pelemahan nilai mata uang won. Seiring dengan gejolak politik yang mengguncang negara, permintaan terhadap mata uang asing meningkat pesat, terutama untuk kebutuhan impor makanan dan energi.

Baca Juga: Gejolak Politik Ancam Stabilitas Ekonomi Korsel

"Dampak dari pelemahan mata uang terhadap inflasi akan terasa lebih besar dalam beberapa bulan mendatang," ujar analis Shinhan Investment, Ahn Jae-kyun melalui lansiran Bloomberg, Selasa (31/12/2024).

BoK telah memangkas suku bunga dua kali berturut-turut pada Oktober dan November untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, dengan inflasi yang meningkat, ruang untuk pelonggaran moneter semakin sempit.

"Januari mungkin menjadi waktu yang ideal untuk pemangkasan lagi, tetapi itu tergantung pada bagaimana produksi dan konsumsi berkembang," tambah Ahn.

Di sisi lain, tantangan lain muncul dari melemahnya ekspor dan menurunnya belanja konsumen. Para ekonom memandang bahwa konsumsi domestik yang lesu menjadi penghambat utama pertumbuhan ekonomi.

Belum lagi tragedi kecelakaan pesawat baru-baru ini turut membebani sentimen pasar. Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi 1,9% yang semakin sulit dicapai, BoK berada dalam posisi dilematis. Kebijakan moneter mereka tidak hanya bergantung pada kondisi domestik tetapi juga pada langkah bank sentral global, termasuk Federal Reserve.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.