Akurat

IMF Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2025 Tembus 5,1 Persen

Yosi Winosa | 30 Desember 2024, 20:35 WIB
IMF Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2025 Tembus 5,1 Persen

AKURAT.CO Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menilai proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dirilis oleh Dana Moneter Internasional (IMF) untuk tahun 2025.

Dalam laporan yang diunggah oleh IMF pada 29 Desember 2024, Indonesia diperkirakan akan mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,1% pada 2025.

Angka ini mencerminkan kemajuan signifikan yang dicapai Indonesia dalam beberapa dekade terakhir. Airlangga mengatakan bahwa proyeksi tersebut memperlihatkan hasil transformasi ekonomi yang telah dijalankan Indonesia selama dua dekade terakhir.

“Hal ini mengafirmasi keberhasilan Indonesia dalam mempertahankan fundamental ekonomi yang tetap kokoh dan sekaligus memberikan sinyal bagi dunia bahwa Indonesia masih menjadi tujuan investasi yang menarik,” ungkap Airlangga dalam keterangannya, Senin (30/12/2024).

Baca Juga: Pertumbuhan Penjulan Properti di China Belum Merata, Begini Kata IMF

IMF dalam laporan tersebut menyatakan bahwa Indonesia telah berhasil menggenjot Produk Domestik Bruto (PDB) sebanyak empat kali lipat dan menurunkan tingkat kemiskinan sepuluh kali lipat dalam dua dekade terakhir.

Pencapaian ini menjadi indikasi bahwa Indonesia telah melakukan langkah-langkah signifikan dalam mengentaskan kemiskinan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Di sisi lain, IMF juga memberikan proyeksi pertumbuhan ekonomi global untuk tahun 2024 yang diperkirakan akan mencapai 3,2%, dan stagnan pada level yang sama pada 2025.

Bagi negara-negara maju, pertumbuhan ekonomi pada 2025 diproyeksikan hanya berada pada level 1,8%, sedangkan negara-negara emerging market dan developing economies diperkirakan akan tumbuh lebih tinggi, yakni sebesar 4,2%.

Sebagai lembaga internasional yang didirikan pada Juli 1944 pada Konferensi Bretton Woods, IMF memiliki peran penting dalam mendorong stabilitas keuangan global dan kerjasama moneter antar negara.

IMF berfokus pada pencapaian pertumbuhan dan kemakmuran berkelanjutan untuk seluruh 191 negara anggotanya, dengan mendukung kebijakan ekonomi yang meningkatkan produktivitas, penciptaan lapangan kerja, dan kesejahteraan ekonomi.

Dalam laporan yang diunggah di akun Instagram resmi IMF, Indonesia disebut sebagai negara kepulauan yang luas di Asia Tenggara dengan jumlah penduduk sekitar 270 juta orang.

Indonesia juga memiliki bentangan wilayah sepanjang 3.300 mil, yang kira-kira setara dengan jarak dari London ke Kabul. IMF juga mencatat bahwa PDB Indonesia telah meningkat empat kali lipat menjadi USD1,4 triliun.

IMF juga mencatatkan penurunan signifikan dalam jumlah penduduk Indonesia yang hidup dengan pendapatan kurang dari USD2,15 per hari.

Angka ini telah menurun sepuluh kali lipat dan kini hanya mencakup kurang dari 2% dari total populasi Indonesia. Ini menunjukkan keberhasilan Indonesia dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Selain itu, Jakarta, sebagai ibu kota Indonesia, tercatat memiliki pendapatan yang hampir setara dengan beberapa negara Eropa, seperti Polandia dan Portugal. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam perekonomian regional Indonesia, terutama di sektor urban yang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi.

Untuk lima tahun ke depan, pemerintah Indonesia, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 8%. Target ini terinspirasi oleh capaian Indonesia pada 1995, ketika perekonomian Indonesia berhasil tumbuh sebesar 8,2%.

Untuk mencapai target ambisius tersebut, Airlangga menjelaskan bahwa konsumsi, investasi, dan ekspor akan menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pemerintah menargetkan agar sektor konsumsi tetap tumbuh pada rentang 5-6%, investasi ditargetkan tumbuh 10%, dan ekspor diharapkan dapat tumbuh 9% di tahun-tahun mendatang.

Beberapa sektor yang diproyeksikan akan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah manufaktur, dengan fokus pada hilirisasi industri, kelapa sawit, otomorif serta sektor jasa dan pariwisata.

Selain itu, ekonomi digital, ekonomi hijau, semikonduktor, dan konstruksi/perumahan juga diharapkan dapat berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa