4 Syarat Xi Jinping Mau Bersahabat dengan Trump
Demi Ermansyah | 19 November 2024, 14:25 WIB

AKURAT.CO Dalam pertemuan terakhirnya dengan Presiden AS, Joe Biden, Presiden China, Xi Jinping, menyampaikan pesan tegas kepada Presiden terpilih Donald Trump.
Pertemuan yang berlangsung pada di Lima, Peru, saat KTT APEC, menjadi momen penting bagi Xi untuk menggarisbawahi niat baik China dalam menjalin hubungan baik dengan AS, sekaligus menetapkan batasan yang jelas.
Xi menekankan bahwa meskipun China menginginkan hubungan yang harmonis dengan Amerika Serikat, mereka tetap siap untuk melawan jika diperlukan. "Kami ingin bersahabat, tetapi kami juga memiliki batasan yang tidak bisa dilanggar,” ujar Xi melalui lansiran Bloomberg, dikutip Selasa (19/11/2024).
Di mana ada empat garis merah yang ditegaskan oleh Xi mencakup larangan terhadap upaya yang mengganggu kekuasaan Partai Komunis China, mendorong demokrasi di China, membatasi pertumbuhan ekonomi yang tidak terkendali, dan mendukung kemerdekaan Taiwan.
Empat garis merah ini menjadi fondasi utama dalam hubungan masa depan antara China dan AS. Media pemerintah China (CCTV) menyoroti pernyataan Xi sebagai arahan penting yang harus dihormati oleh pihak AS.
Xi menegaskan bahwa batasan-batasan ini adalah pengaman penting untuk menjaga stabilitas hubungan kedua negara. "Garis-garis itu adalah batasan dan garis jaring pengaman penting bagi hubungan China-AS,” kata Xi pasca pertemuan.
Usut punya usut pernyataan Xi muncul di tengah ketidakpastian kebijakan Trump yang cenderung konfrontatif. Trump sebelumnya mengancam akan memberlakukan tarif tinggi pada barang impor China dan menunjuk pejabat berhaluan keras dalam tim kebijakan luar negerinya, seperti Marco Rubio sebagai calon menteri luar negeri dan Mike Waltz sebagai penasehat keamanan nasional. Langkah ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi eskalasi konflik antara kedua negara.
Selain itu, Xi juga mengkritik kebijakan AS yang membatasi akses China ke teknologi canggih, yang dikenal dengan istilah “small yard and high fence”. Oleh karena itu, dirinya mendesak agar AS tidak ikut campur dalam perebutan wilayah di Laut China Selatan dan tidak mendukung provokasi yang dapat memperburuk hubungan kedua negara.
Dalam pernyataannya, Xi juga menyebutkan pentingnya menjaga stabilitas dan memperdalam pembicaraan antarnegara. "Kami terbuka untuk berdiskusi terkait isu ekonomi, selama tidak menyentuh hal-hal sensitif seperti Taiwan,” tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










