3 Wamenkeu Berbagi Peran

AKURAT.CO Memiliki lebih dari 2 wakil menteri atau wamen seperti sedang tren di Kabinet Merah Putih. Sebut saja Menteri Keuangan, Menteri BUMN dan Menteri Luar Negeri yang masing-masing punya 3 wamen.
Sejatinya, penambahan wamen demi memperkuat struktur kelembagaan untuk menghadapi tantangan ekonomi global serta mendorong pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Hal ini dilakukan di beberapa kementerian strategis, termasuk Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Di mana langkah ini tampak melalui penunjukan 3 Wamenkeu di Kemenkeu, yang baru-baru ini juga melakukan restrukturisasi nomenklatur untuk memperjelas pembagian tugas.
Kementerian Keuangan, yang bertanggung jawab langsung atas kebijakan fiskal dan pengelolaan anggaran negara, kini memperkuat organisasinya dengan 3 Wamenkeu.
Baca Juga: Airlangga Sebut Sri Mulyani Punya Dua Wamenkeu Bukan Hal Baru
Lantas bagaimana pembagian peran masing-masing? Berikut ini adalah peran yang diemban oleh masing-masing Wakil Menteri Keuangan:
1. Wamenkeu I, Suahasil Nazara
Suahasil Nazara, yang sebelumnya sudah memiliki pengalaman panjang di Kementerian Keuangan, kini menjabat sebagai Wamenkeu I.
Dimana dirinya diperkirakan akan memimpin bidang-bidang seperti kebijakan fiskal, perencanaan anggaran, dan pengawasan pajak.
Dalam peran ini, Suahasil diharapkan fokus pada isu-isu terkait penerimaan negara, termasuk perpajakan, bea cukai, dan sumber pendapatan negara lainnya.
Pengalamannya di bidang ekonomi makro diharapkan dapat memperkuat peran Kemenkeu dalam menghadapi situasi ekonomi global yang fluktuatif.
2. Wamenkeu II, Thomas Djiwandono
Tommy, sebagai Wamenkeu II, diperkirakan akan fokus pada pembenahan dan pengawasan sektor keuangan, termasuk peran pentingnya dalam pengelolaan utang dan pembiayaan negara.
Selain itu, Tommy diharapkan dapat meningkatkan kerja sama dengan lembaga keuangan internasional, seperti Bank Dunia dan IMF, untuk mendukung berbagai proyek pembangunan.
Tugas ini juga meliputi pengawasan aset negara dan upaya untuk memastikan pengelolaan keuangan negara yang lebih transparan dan akuntabel.
3. Wamenkeu III, Anggito Abimanyu
Anggito, di posisinya sebagai Wamenkeu III, akan berperan dalam memperkuat pengelolaan pembiayaan publik dan investasi di sektor-sektor strategis.
Salah satu tanggung jawab utamanya adalah memastikan bahwa pembiayaan proyek-proyek infrastruktur dan sektor prioritas lainnya berjalan efektif.
Anggito juga diperkirakan akan menjadi penghubung utama dengan badan investasi domestik dan internasional serta berperan dalam menarik investasi di sektor hijau dan energi terbarukan.
Mengapa 3 Wamen?
Penunjukan 3 wamen di Kementerian Keuangan dipandang sebagai strategi untuk merespons berbagai kebutuhan strategis pemerintah.
Tentunya dengan adanya Wamenkeu I, II, dan III, setiap bagian dari Kementerian Keuangan dapat dikelola lebih efektif, memastikan bahwa setiap sektor penting mendapatkan perhatian yang diperlukan.
Selain itu, pembagian peran yang spesifik ini juga bertujuan meningkatkan efektivitas koordinasi lintas sektoral di Kementerian Keuangan.
Wakil Menteri Keuangan yang lebih terfokus pada bidang masing-masing memungkinkan keputusan-keputusan strategis bisa dibuat lebih cepat dan terukur, yang pada akhirnya akan memperkuat daya saing ekonomi Indonesia di pasar global.
Selain itu, 3 Wamenkeu juga membantu Menkeu berkoordinasi lebih intens dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, sehingga transisi kebijakan interkementerian/ lembaga bisa berjalan mulus.
Sementara Menkeu sendiri langsung berkoordinasi dengan Presiden, demi mengantisipasi dinamika global yang begitu cepat.
3 Wamen BUMN
Sejalan dengan Kemenkeu, di Kementerian BUMN, struktur dengan tiga Wakil Menteri ini juga menjadi pembaruan penting.
Wakil-wakil Menteri BUMN, yakni Kartiko Wirjoatmodjo, Aminuddin Ma'ruf dan Dony Oskaria, akan fokus pada berbagai peran strategis, termasuk pengelolaan BUMN, pengembangan investasi, dan transformasi bisnis di lingkungan BUMN.
Langkah ini mencerminkan adanya kesamaan arah dengan Kemenkeu, di mana kedua kementerian ini memiliki tugas berat dalam menjaga stabilitas keuangan.
Tak hanya itu saja langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan koordinasi antara Kemenkeu dan Kementerian BUMN, khususnya dalam pengelolaan aset dan pendapatan negara.
Dengan adanya tiga Wakil Menteri di kedua kementerian, kebijakan yang saling berkaitan bisa disinergikan lebih cepat, seperti dalam pembiayaan proyek-proyek BUMN, manajemen utang, dan investasi pada sektor-sektor prioritas nasional.
Sebagai contoh, investasi besar dalam sektor infrastruktur dan energi baru terbarukan yang melibatkan BUMN akan membutuhkan koordinasi yang baik antara Kementerian Keuangan dan Kementerian BUMN.
Secara tidak langsung sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran serta memastikan proyek-proyek strategis berjalan sesuai rencana dan memberikan dampak yang positif bagi perekonomian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










