Akurat

Uni Eropa Naikkan Tarif EV China, Pemanasan Perang Dagang?

Demi Ermansyah | 31 Oktober 2024, 14:45 WIB
Uni Eropa Naikkan Tarif EV China, Pemanasan Perang Dagang?

AKURAT.CO Kebijakan terbaru Uni Eropa yang menaikkan tarif kendaraan listrik buatan China hingga 45,3% memicu respons keras dari pihak China. Kamar Dagang China untuk UE menyatakan kekecewaannya terhadap kebijakan yang mereka anggap sebagai "proteksionisme" dan "sewenang-wenang." 

Merespon hal tersebut, Beijing telah melancarkan penyelidikan terhadap impor brendi, susu, dan daging babi dari UE. Selain itu, China menyatakan akan mengajukan keluhan atas kebijakan UE ini kepada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Dilansir Reuters, Kamis (31/10/2024) kebijakan tarif tinggi dari UE pada akhirnya hanya akan memperburuk hubungan dagang dan berpotensi memperdalam "perang dingin ekonomi" antara kedua pihak. 
 
Menurut Perdana Menteri Hongaria, Viktor Orban mengakui bahwa akan ada kekhawatiran ke depannya, dimana dirinya menyebut bahwa hubungan UE dan China akan semakin memburuk seiring ketegangan dagang yang memanas. 
 
Keputusan ini dianggap sebagai langkah yang akan menghambat akses China ke pasar Eropa yang strategis untuk industri kendaraan listriknya.
 
Baca Juga: Tok! Uni Eropa Sahkan Tarif Impor EV China Jadi 45,3 Persen

Data Asosiasi Mobil Penumpang China mengindikasikan bahwa meskipun ekspor kendaraan listrik China ke Uni Eropa mengalami penurunan 7% pada sembilan bulan pertama tahun 2024, peningkatan signifikan terjadi pada Agustus dan September, dengan angka ekspor naik lebih dari sepertiga. 
 
Langkah terbaru UE yang menaikkan tarif dianggap oleh analis sebagai upaya untuk membatasi laju penetrasi kendaraan listrik China di pasar Eropa. Diperkirakan bahwa kendaraan China biasanya dijual dengan harga 20% lebih murah daripada kendaraan Eropa, sehingga tanpa kebijakan tarif ini, produsen lokal akan kesulitan bersaing di pasar.

UE menyatakan bahwa tarif baru ini diperlukan untuk mengatasi ketidakadilan yang muncul dari subsidi pemerintah China yang memberikan keunggulan kompetitif bagi perusahaan China di pasar Eropa. 
 
Tindakan ini sejalan dengan keinginan UE untuk meningkatkan perlindungan terhadap industri dalam negerinya. Namun, dampak dari kebijakan tarif ini juga memunculkan kekhawatiran di kalangan produsen Eropa, khususnya di Jerman. 
 
Para pelaku industri mengkhawatirkan potensi balasan dari China yang bisa menambah beban mereka, terutama jika China menaikkan tarif untuk impor mobil Eropa, khususnya mobil bermesin besar berbahan bakar bensin.

Kementerian ekonomi Jerman mengungkapkan harapan agar ketegangan ini bisa diredakan melalui diplomasi dan negosiasi antara UE dan China.  Kebijakan ini, menurut Jerman, tidak hanya berdampak pada ekonomi tetapi juga dapat memperburuk citra perdagangan bebas yang selama ini menjadi bagian dari hubungan internasional Uni Eropa.

Bagi China, pasar Eropa sangat penting, dan kebijakan tarif ini berpotensi memicu aksi retaliasi lebih jauh. Jika tidak segera diredakan, ketegangan ini bisa menimbulkan ketidakstabilan ekonomi yang berdampak pada banyak sektor, termasuk energi dan otomotif, yang selama ini saling bergantung satu sama lain di pasar internasional.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.