Akurat

IMF Ramal Pertumbuhan Ekonomi RI Cuma 5,07 Persen hingga 2029, Jauh dari Target Prabowo

Hefriday | 29 Oktober 2024, 23:26 WIB
IMF Ramal Pertumbuhan Ekonomi RI Cuma 5,07 Persen hingga 2029, Jauh dari Target Prabowo

AKURAT.CO Laporan World Economic Outlook yang dirilis Dana Moneter Internasional (IMF) di bulan Oktober mengungkapkan tantangan signifikan yang akan dihadapi ekonomi Indonesia dalam lima tahun ke depan.

Dalam proyeksi terbaru ini, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya akan mencapai 5,07% hingga 2029, jauh dari target ambisius pemerintahan Presiden Prabowo yang menetapkan angka 8%. 

Pemerintah Indonesia melalui Nota Keuangan RAPBN 2025 sebelumnya mengharapkan pertumbuhan yang lebih optimis, yaitu 5,1% untuk tahun ini, dan terus meningkat hingga 6,2% pada 2029.
 
Baca Juga: Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, KMP Jangan Ulang Kegagalan Surplus Infrastruktur Jokowi

Menanggapi outlook tersebut, Ekonom Senior Bright Institute, Awalil Rizky, menjelaskan bahwa perbedaan proyeksi ini menimbulkan pertanyaan atas kemampuan Indonesia dalam mencapai pertumbuhan yang diinginkan.
 
“Proyeksi IMF yang lebih rendah dari target pemerintah menunjukkan adanya pesimisme terkait perekonomian Indonesia ke depan. Bahkan dalam skala global, Indonesia dianggap akan mengalami pertumbuhan yang lebih lambat dibandingkan harapan pemerintah,” ujarnya Selasa (29/10/2024).

Lebih lanjut, Awalil menyebut bahwa walaupun proyeksi IMF ini tergolong optimis dibandingkan beberapa negara berkembang di Asia, kenyataannya menunjukkan bahwa Indonesia masih memerlukan pembenahan yang signifikan pada aspek-aspek kunci seperti investasi dan produktivitas tenaga kerja. 
 
Dalam pandangan Bright Institute, pemerintah Indonesia perlu mengadopsi kebijakan yang lebih inovatif dan fokus pada investasi jangka panjang untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang telah dicanangkan, mengingat kondisi ini berpotensi menciptakan celah antara visi pemerintah dan kondisi faktual ekonomi.

Menurut para analis, kebijakan yang lebih berorientasi pada sektor-sektor produktif serta peningkatan kualitas tenaga kerja menjadi kunci bagi Indonesia untuk mengatasi ketidakpastian ekonomi global dan mencapai target yang telah ditetapkan pemerintah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa