Akurat

AS Kritisi Kebijakan Stimulus Ekonomi China

Demi Ermansyah | 29 Oktober 2024, 14:08 WIB
AS Kritisi Kebijakan Stimulus Ekonomi China

AKURAT.CO Kebijakan stimulus ekonomi terbaru China, yang bertujuan memperkuat permintaan domestik, mendapatkan perhatian dan kritik dari Amerika Serikat.

Menurut Menteri Keuangan AS, Janet Yellen menyebut bahwa langkah tersebut belum menyentuh inti masalah kelebihan kapasitas dan lemahnya permintaan dalam negeri, yang berpotensi memicu tekanan tambahan bagi perekonomian global melalui ekspor murah dari China.

Di sela-sela pertemuan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia di Washington, Yellen menyoroti perlunya reformasi struktural di China untuk mendukung pertumbuhan yang lebih berkelanjutan.

Baca Juga: Brand Mewah Kehilangan Pamor di China, Produk Lokal Tumbuh Pesat

Senada dengan Yellen, Direktur IMF, Kristalina Georgieva memperingatkan bahwa tanpa reformasi tambahan, pertumbuhan ekonomi tahunan China bisa menurun hingga di bawah 4% di masa depan.

Menepis berbagai tudingan tersebut, Wakil Menteri China Liao Min menjelaskan bahwa stimulus ekonomi negaranya kali ini akan lebih terfokus pada penambahan likuiditas bank, pemotongan suku bunga, serta penggunaan obligasi ultra-panjang untuk meningkatkan konsumsi dalam negeri.

Oleh karena itu Liao menyebut bahwa langkah-langkah ini merupakan bagian dari peta reformasi jangka panjang yang diatur dalam Sidang Pleno Ketiga untuk mendukung pembangunan berkualitas tinggi di negara tersebut.

Seperti yang kita ketahui bersama, di tengah ketegangan perdagangan dengan AS, Liao mengungkapkan bahwa pemerintah China telah menyampaikan kekhawatirannya terhadap tarif dan sanksi yang diberlakukan Amerika Serikat, termasuk terkait kebijakan mereka terhadap Rusia.

Kedua negara membahas isu ini dalam pertemuan bilateral tersebut, namun Departemen Keuangan AS belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait pembicaraan tersebut.

Dengan adanya stimulus ini, investor global mengawasi dampak dari kebijakan tersebut terhadap stabilitas ekonomi China dan hubungan perdagangan antara kedua negara, terutama menjelang pemilihan umum AS yang dijadwalkan pada November mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.