Akurat

RI Dorong Kerja Sama Multilateral di Pertemuan IMF dan G20

Hefriday | 28 Oktober 2024, 11:07 WIB
RI Dorong Kerja Sama Multilateral di Pertemuan IMF dan G20

AKURAT.CO Di tengah ketidakpastian ekonomi global, tantangan seperti disinflasi di negara-negara maju, ketegangan geopolitik di Timur Tengah, dan fragmentasi geoekonomi terus menekan prospek pertumbuhan dunia.

Dalam pertemuan tahunan IMF dan World Bank pada 22-26 Oktober 2024 di Washington D.C., para pemimpin ekonomi dari negara G20, termasuk perwakilan Indonesia, menyoroti urgensi penguatan kebijakan untuk menstabilkan ekonomi global.

Bank Indonesia (BI), melalui Deputi Gubernur Filianingsih Hendarta, bersama Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, menekankan pentingnya koordinasi kebijakan moneter dan fiskal. Kebijakan pengendalian inflasi, konsolidasi fiskal, dan reformasi struktural dinilai esensial guna menghadapi ketidakpastian ini dan memperkuat stabilitas makroekonomi.

Baca Juga: Kebutuhan Investasi NDC Tembus USD281 M, Kemenkeu Jajaki Pembiayaan Multilateral

"Bank Indonesia menyerukan perhatian khusus terhadap efek rambatan (spillover) ekonomi global terhadap negara berkembang. Untuk menghadapi tantangan ini, BI menekankan peran International Financial Institution (IFIs) dalam memperkuat bauran kebijakan negara berkembang melalui dukungan multilateral yang tangguh," ujar Filianingsih, dikutip Senin (28/10/2024).

Kerja sama global, melalui IMF, juga dianggap krusial dalam melindungi stabilitas ekonomi negara-negara berkembang.

Pada aspek penguatan kerja sama, Indonesia mendukung implementasi 16th General Review of Quota yang bertujuan meningkatkan kapasitas IMF sebagai jaring pengaman keuangan global. Selain itu, Indonesia mendorong penyesuaian formula kuota IMF pada 17th General Review of Quota untuk memperkuat representasi negara berkembang.

Para pemimpin G20 sepakat untuk terus bekerja sama dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs), dengan penguatan sektor-sektor penting seperti Bank Pembangunan Multilateral dan pembayaran lintas batas. Kolaborasi ini dipandang strategis untuk menciptakan peluang ekonomi yang lebih inklusif di seluruh dunia, sekaligus mendukung pemulihan ekonomi global.

Selain itu, Agenda Kebijakan Global (Global Policy Agenda) yang disepakati dalam pertemuan IMF bertujuan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dengan memastikan target inflasi, stabilitas keuangan, dan konsolidasi fiskal. Kebijakan ini diharapkan dapat menopang pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan produktivitas tenaga kerja global.

Konsensus pada pertemuan G20 dan IMF menyoroti pentingnya memperkuat kerja sama multilateral demi menghadapi tantangan global secara efektif. Para pemimpin sepakat bahwa kolaborasi internasional dan dukungan bersama akan memainkan peran kunci dalam menjaga ketahanan ekonomi dunia dan mencapai pertumbuhan yang stabil.

Pertemuan ini menunjukkan keseriusan negara-negara dalam memperkuat stabilitas ekonomi global melalui reformasi yang diperlukan, terutama dalam menghadapi ketidakpastian dan tantangan yang semakin kompleks.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa