Akurat

Goldman Sachs Kerek Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi China Berkat Stimulus Fiskal

Demi Ermansyah | 15 Oktober 2024, 11:05 WIB
Goldman Sachs Kerek Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi China Berkat Stimulus Fiskal

AKURAT.CO Goldman Sachs baru-baru ini merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi China untuk tahun 2024 dan 2025 setelah Beijing meluncurkan serangkaian kebijakan stimulus baru yang dirancang untuk menopang pertumbuhan ekonomi yang melambat. 

Langkah-langkah ini mencakup rencana belanja publik yang lebih besar serta komitmen investasi besar-besaran dari pemerintah China untuk mengatasi berbagai tantangan ekonomi domestik, termasuk deflasi dan lemahnya sentimen pasar.

Dalam laporan yang dilansir dari Bloomberg, Goldman Sachs memperkirakan produk domestik bruto (PDB) China akan meningkat 4,9% pada tahun ini, naik dari prediksi sebelumnya sebesar 4,7%. Untuk tahun 2025, proyeksi pertumbuhan juga mengalami peningkatan, dari 4,3% menjadi 4,7%.
 
Kenaikan ini dipandang sebagai hasil dari kebijakan stimulus ekonomi yang diluncurkan sejak akhir September 2024, yang berfokus pada peningkatan belanja publik dan investasi.
 
Baca Juga: Menkeu China Sebut Masih Ada Ruang Yang Cukup Untuk Kerek Defisit Fiskal

Salah satu langkah yang paling menonjol adalah janji Kementerian Keuangan China untuk meningkatkan dukungan fiskal. Dimana kementerian tersebut menjanjikan pengeluaran obligasi pemerintah daerah senilai USD325 miliar pada kuartal terakhir tahun ini. Ini bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dengan mendorong lebih banyak investasi dalam infrastruktur dan proyek publik lainnya.

Langkah-langkah stimulus ini juga didukung oleh Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional, yang mengumumkan persetujuan awal untuk proyek investasi senilai CNY200 miliar yang dijadwalkan untuk 2025. Proyek ini diharapkan mampu membantu mencapai target pertumbuhan PDB sebesar 5% yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Meskipun demikian, beberapa analis mencatat bahwa kebijakan ini masih kekurangan langkah-langkah untuk mendorong konsumsi domestik, yang diperlukan untuk benar-benar mengatasi masalah deflasi. Sementara investasi publik dan belanja pemerintah dapat merangsang pertumbuhan dalam jangka pendek, konsumsi rumah tangga yang lebih kuat dianggap penting untuk mencapai stabilitas ekonomi yang berkelanjutan.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.