Akurat

PBoC Pangkas Bunga Lagi, Ekonomi China Diharapkan Meroket

Demi Ermansyah | 24 September 2024, 11:01 WIB
PBoC Pangkas Bunga Lagi, Ekonomi China Diharapkan Meroket

AKURAT.CO China beberapa waktu lalu kembali umumkan rencana mengenai kebijakan ekonominya di tengah kelesuan yang melanda belakangan ini, di mana pengumuman kebijakan ekonomi tersebut memberikan angin segar bahwa pemerintah China siap ambil langkah lebih jauh untuk kembali menghidupkan pertumbuhan ekonominya.

Usut punya usut, pengumuman tersebut disampaikan secara langsung oleh gubernur bank sentral (PBoC), Pan Gongsheng menurunkan suku bunga acuan 14-days reverse repo rate berkelanjutan pemotongan yang dimulai sejak Juli lalu.

Secara keseluruhan, hal tersebut sejalan dengan ekspektasi bahwa PBoC akan terus menurunkan suku bunga, apalagi setelah The Fed di AS baru saja memangkas suku bunga minggu lalu.

Baca Juga: China Pacu Investasi Demi Genjot Permintaan Domestik

Tak hanya itu saja, bank sentral China juga mengindikasikan akan memperkenalkan kebijakan tambahan. Data ekonomi yang mengecewakan pada Agustus memunculkan kekhawatiran bahwa target pertumbuhan tahunan sekitar 5% mungkin tidak tercapai tanpa intervensi lebih lanjut.

Imbal hasil obligasi pemerintah China bertenor 10 tahun turun satu basis poin ke posisi terendah baru 2,03%, menunjukkan bahwa pasar mengantisipasi lebih banyak stimulus moneter. Di pasar valuta asing, PBOC meningkatkan tingkat referensi harian yuan menjadi 7,0531 per dolar, mendekati level penting 7 yuan per dolar.

Penurunan suku bunga pada Senin tersebut juga mencerminkan upaya untuk menyusul pemotongan suku bunga acuan tujuh hari sebesar 10 basis poin pada Juli.

Menurut Zhiwei Zhang, Presiden dan Kepala Ekonom di Pinpoint Asset Management, kebijakan pelonggaran lebih lanjut tampaknya akan segera diambil. "Saya memperkirakan PBOC akan menurunkan suku bunga acuan tujuh hari dan rasio GWM dalam beberapa bulan kedepan. Konferensi pers besok akan memberikan klarifikasi tentang kebijakan keuangan yang akan diterapkan oleh regulator" katanya melalui lansiran bloomberg.

China juga memiliki kesempatan untuk memangkas biaya pinjaman kebijakan satu tahun pada Rabu (25/9/2024). Sebab pada Juli lalu, PBOC memangkas suku bunga reverse repo tujuh hari sebelum memotong fasilitas pinjaman jangka menengah, sebuah pemotongan terbesar sejak April 2020.

Keputusan untuk menurunkan suku bunga reverse repo 14 hari dari 1,95% menjadi 1,85% dilakukan menjelang Libur Hari Nasional selama tujuh hari yang dimulai 1 Oktober. PBOC sering memberikan pinjaman 14 hari menjelang liburan panjang.

Pemberian pinjaman terakhir oleh PBOC dengan skema ini terjadi pada Februari, sebelum liburan Tahun Baru Imlek selama sepekan. Bank sentral juga menginjeksi likuiditas sebesar CNY74,5 miliar (USD10,6 miliar) ke dalam sistem perbankan melalui mekanisme ini, menurut pernyataan mereka.

"Pemangkasan 10 basis poin ini tidak cukup untuk menahan laju penurunan ekonomi. Dibutuhkan langkah kebijakan yang lebih besar, seperti penurunan RRR, MLF, dan suku bunga KPR yang kemungkinan akan diumumkan," kata Raymond Yeung, Kepala Ekonom Greater China di ANZ. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.