Akurat

Waspada Ancaman Ketimpangan Ekonomi Global

Hefriday | 3 September 2024, 13:26 WIB
Waspada Ancaman Ketimpangan Ekonomi Global

AKURAT.CO Perdana Menteri Timor Leste, Xanana Gusmao mengungkapkan kekhawatirannya bahwa ketimpangan ekonomi saat ini sedang mengancam kehidupan masyarakat global, terutama bagi negara-negara berkembang.

Hal ini disampaikan Xanana saat hadir di Forum Tingkat Tinggi Kemitraan Multipihak (HLF-MSP) dan Indonesia-Africa Forum 2024 di Nusa Dua, Bali, pada Senin (2/9/2024). Di mana menurut Xanana, negara-negara seperti Indonesia, China, dan India masih memiliki kekayaan, tapi banyak negara berkembang dan pulau kecil yang kesulitan untuk maju.

"Ketidaksetaraan global terus meningkat, dan sangat tidak masuk akal bahwa 10 orang terkaya di dunia memiliki kekayaan lebih dari 3,1 juta orang, sementara ratusan juta lainnya masih hidup dalam kemiskinan," ujarnya dilansir bloomberg.

Baca Juga: Pesta Pernikahan Putra Mukesh Ambani dan Ketimpangan Ekonomi di India

Tak hanya itu saja, Xanana juga menyoroti isu krisis iklim yang semakin parah, terutama di negara-negara berkembang dan pulau-pulau kecil. "Kami berjuang untuk menghadapi dan beradaptasi dengan perubahan iklim, tapi sayangnya dana, teknologi, dan kapasitas kami sangat terbatas," jelasnya.

Di saat negara berkembang berjuang dengan segala keterbatasan untuk menghadapi perubahan iklim, negara maju justru tidak memenuhi janji dan tanggung jawab mereka dalam perjanjian internasional untuk memberikan dukungan finansial dan teknis yang dibutuhkan.

"Mereka juga gagal memberikan dukungan yang diperlukan untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dari PBB," tambahnya.

Lebih lanjut, Xanana menegaskan bahwa negara berkembang acapkali dieksploitasi oleh sistem ekonomi global. Bantuan asing, termasuk dari bank pembangunan multilateral, seringkali datang dengan syarat-syarat yang justru menguntungkan negara maju.

"Ini termasuk masalah keamanan nasional kami dan kemampuan kami untuk melaksanakan rencana pembangunan serta melindungi sumber daya alam yang sering kali dicuri," tukasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa