Akurat

Kepercayaan Konsumen Tinggi, Sektor Ritel Ditaksir Moncer

Silvia Nur Fajri | 15 Agustus 2024, 11:05 WIB
Kepercayaan Konsumen Tinggi, Sektor Ritel Ditaksir Moncer

AKURAT.CO Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), memproyeksikan bahwa sektor ritel akan mengalami peningkatan penjualan yang signifikan di masa mendatang.

Menurut Direktur Perdagangan, Investasi, dan Kerjasama Ekonomi Internasional Bappenas, Laksmi Kusumawati, menyampaikan bahwa optimisme dalam sektor ritel didorong oleh kondisi ekonomi saat ini dan indeks ekspektasi konsumen yang positif.

"Dilihat dari indeks kondisi ekonomi saat ini dan optimisme yang terukur dari indeks ekspektasi konsumen, masyarakat memiliki keyakinan bahwa stabilitas ekonomi akan terjaga, yang akan berdampak positif pada sektor ritel," katanya dalam acara Gambir Trade Talk dengan tema 'Transformasi Ritel Modern di Era Digitalisasi: Peluang dan Tantangan,' di pantau secara virtual di youtube BKperdag, Kamis (15/8/2024).

Menurut data terbaru, indeks keyakinan konsumen pada Juli 2024 mencapai angka 123,4, mengalami kenaikan kecil dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat pada angka 123,3. Kenaikan ini menunjukkan bahwa konsumen semakin percaya diri terhadap kondisi ekonomi.

"Peningkatan ini menunjukkan bahwa konsumen memiliki kepercayaan lebih terhadap kondisi ekonomi, yang pada gilirannya diharapkan akan meningkatkan belanja di sektor ritel," sambungnya.

Baca Juga: Kepala Bapenas Sebut Transformasi Sosial Penting Untuk Mencapai Indonesia Emas 2045

Lebih lanjut, proyeksi positif mengenai kinerja ritel pada tahun 2024 juga didukung oleh survei penjualan eceran (SPE) yang dilakukan oleh Bank Indonesia. Survei tersebut menunjukkan bahwa penjualan eceran pada Juli 2024 diperkirakan mengalami peningkatan.

"Indeks Penjualan Riil (IPR) diprediksi mencapai 212, mencerminkan pertumbuhan sebesar 4,3 persen secara tahunan," kata Laksmi.

Beberapa kategori barang yang mengalami pertumbuhan IPR pada Juli 2024 meliputi suku cadang dan aksesori, makanan, minuman, tembakau, bahan bakar kendaraan bermotor, serta sandang dan barang lainnya. "Pertumbuhan dalam kategori-kategori ini menunjukkan adanya peningkatan permintaan dan aktivitas belanja yang lebih tinggi di sektor ritel," ujar Laksmi.

Selain itu, Laksmi juga mengungkapkan keyakinannya bahwa tren positif ini akan berlanjut. Ia menambahkan, bahwa proyeksi ini mencerminkan harapan bahwa kondisi ekonomi yang stabil dan kepercayaan konsumen yang tinggi akan terus mendukung pertumbuhan penjualan ritel di masa depan.

"Selama tiga hingga enam bulan ke depan, kami memperkirakan ekspektasi penjualan eceran akan terus mengalami peningkatan," jelas Lasmin.

Dalam konteks transformasi digital, Laksmi menambahkan bahwa era digitalisasi membawa tantangan sekaligus peluang bagi sektor ritel. "Adaptasi teknologi dan perubahan perilaku konsumen menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan ritel modern," ungkapnya.

Transformasi ini diharapkan dapat memperkuat daya saing sektor ritel dan membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi. Secara keseluruhan, proyeksi positif untuk sektor ritel mencerminkan keyakinan bahwa stabilitas ekonomi dan kepercayaan konsumen akan terus mendukung pertumbuhan dalam industri ini.

Dengan adanya dukungan dari berbagai faktor ekonomi dan teknologi, sektor ritel diharapkan dapat mencapai hasil yang lebih baik dan terus berkembang dalam waktu dekat. "Kondisi ini memberikan landasan yang solid untuk pertumbuhan berkelanjutan di sektor ritel," tandasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.