Akurat

Ternyata PMI Indonesia Anjlok Karena Perlambatan Ekonomi China

Demi Ermansyah | 8 Agustus 2024, 17:18 WIB
Ternyata PMI Indonesia Anjlok Karena Perlambatan Ekonomi China

AKURAT.CO Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede mengungkapkan bahwa sektor manufaktur Indonesia mengalami kontraksi sebagai dampak dari perlambatan ekonomi di China. Melansir dari data terbaru S&P Global menunjukkan bahwa Purchasing Manager’s Index (PMI) manufaktur Indonesia turun menjadi 49,3 pada Juli 2024.

Dirinya menjelaskan bahwa PMI manufaktur Indonesia kini berada di zona kontraktif, yaitu di bawah angka 50, dengan salah satu penyebab utamanya adalah perlambatan ekonomi China. Tak hanya itu saja, berdasarkan hasil dari laporan S&P juga menunjukkan bahwa aktivitas manufaktur global, termasuk di Indonesia, mengalami dampak signifikan akibat melambatnya ekonomi China.

"Ya, aktivitas manufaktur global terutama dipengaruhi oleh perlambatan ekonomi China (China)," ujar Josua dalam PermataBank Virtual Media Briefing - PIER Economic Review: Mid-Year 2024, pada Kamis (8/8/2024).

Baca Juga: PMI Anjlok, Bos OJK: Keyakinan Dunia Usaha Tetap Kuat

Josua menjelaskan bahwa perlambatan ekonomi China berdampak pada penurunan permintaan ekspor produk Indonesia, yang menyebabkan penurunan atau penundaan pengiriman produk manufaktur Indonesia ke negara tujuan ekspornya.

"Produk ekspor Indonesia pun cenderung terkena dampak, sehingga secara umum ada penurunan atau penundaan dalam pengiriman produk manufaktur Indonesia," ujarnya.

Tak hanya itu saja, Josua mengakui memang sampai saat ini sebagian besar negara di kawasan G20 kini telah memasuki fase kontraktif. Kondisi ini menjadi salah satu pertimbangan bagi bank sentral global dalam mengevaluasi kemungkinan penurunan suku bunga, baik untuk tahun ini maupun tahun depan.

"Sebagian besar negara di kawasan G20 memang sudah memasuki fase kontraktif," kata Josua.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.