Akurat

PMI Anjlok, Bos OJK: Keyakinan Dunia Usaha Tetap Kuat

Silvia Nur Fajri | 3 Agustus 2024, 13:43 WIB
PMI Anjlok, Bos OJK: Keyakinan Dunia Usaha Tetap Kuat

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa optimisme terhadap pertumbuhan dunia usaha tetap tinggi, didorong oleh pertumbuhan kredit investasi yang mencapai 15,09% secara tahunan (year-on-year/YoY) hingga Juni 2024.

Data OJK mencatat bahwa kredit perbankan secara keseluruhan tumbuh 12,36% YoY, mencapai Rp7.478 triliun pada Juni 2024, dengan kredit investasi menjadi pendorong utama.

"Tingkat pertumbuhan kredit, khususnya kredit investasi yang melampaui 15 persen, menunjukkan bahwa keyakinan terhadap pertumbuhan dunia usaha tetap kuat," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, dalam konferensi pers KSSK III 2024 di Jakarta, Jumat (3/8/2024).

Baca Juga: PMI RI Anjlok, Sri Mulyani Lakukan Investigasi

Kemudian, Mahendra menambahkan bahwa tingkat kepercayaan dan optimisme terhadap pertumbuhan industri serta manufaktur tetap solid, tercermin dari pertumbuhan kredit investasi yang pesat.

Meski demikian, data S&P Global menunjukkan penurunan pada Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia dari April hingga Juli tahun ini. PMI Manufaktur tercatat 52,9 pada April 2024 dan menurun menjadi 52,1 pada Mei. Penurunan berlanjut menjadi 50,7 pada Juni dan 49,3 pada Juli.

Kemudian, Mahendra mengaitkan penurunan PMI Manufaktur dengan pertumbuhan kredit modal kerja yang lebih lambat dibandingkan kredit investasi. Data OJK mencatat pertumbuhan kredit modal kerja hanya 11,68% YoY per Juni 2024.

Di sektor perbankan, dana pihak ketiga (DPK) juga mengalami pertumbuhan, mencapai 8,45% YoY atau Rp8.722 triliun. Di dalam DPK, giro mencatat pertumbuhan terbesar sebesar 13,48% YoY.

Secara keseluruhan, Mahendra menegaskan bahwa stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga. Dukungan dari permodalan yang solid, likuiditas yang memadai, serta profil risiko yang terkelola dengan baik menjadi faktor kunci.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan gejolak geopolitik, kinerja industri perbankan Indonesia tetap stabil dengan capital adequacy ratio (CAR) perbankan mencapai 26,18% pada Juni 2024.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.