Pekerja Samsung Bakal Mogok Tanpa Batas Waktu

AKURAT.CO Serikat pekerja Samsung Electronics di Korea Selatan mengumumkan rencana mogok kerja tanpa batas waktu, setelah sebelumnya aksi mogok kerja dijadwalkan berakhir hari ini.
Menurut lansiran Reuters, Serikat Pekerja Elektronik Nasional Samsung (NSEU) yang beranggotakan sekitar 30.000 orang, atau hampir seperempat dari seluruh tenaga kerja perusahaan di Korea Selatan, menuntut perbaikan sistem bonus, cuti, dan kenaikan gaji.
Wakil Presiden Serikat Pekerja, Lee Hyun Kuk, menjelaskan bahwa aksi mogok kerja berlanjut karena manajemen perusahaan belum menunjukkan niat baik untuk berdiskusi dengan serikat pekerja. "Kami belum bertemu dengan manajemen sejak kami memulai pemogokan pada hari Senin," kata Lee, Rabu (10/7/2024).
Baca Juga: Samsung Ungguli Oppo dan Vivo dengan Pangsa Pasar Terbesar di 2023
Sekitar 6.500 pekerja telah ikut serta dalam aksi mogok kali ini, dan Lee menyatakan akan mengajak lebih banyak anggota untuk bergabung dalam aksi ini. Ia mengklaim bahwa aksi mereka telah mengganggu aktivitas produksi pabrik, seperti peralatan yang beroperasi lebih lambat.
Namun, pihak Samsung membantah hal tersebut. Di sisi lain, Lee menyebut pihaknya telah menurunkan tuntutan kenaikan gaji pokok menjadi 3,5%. "Manajemen perusahaan sebelumnya menawarkan kenaikan gaji pokok sebesar 3 persen, tetapi kami menginginkan kenaikan sebesar 3,5 persen agar lebih tidak tergerus inflasi," imbuhnya.
Lee menyoroti bahwa meskipun tuntutan kenaikan gaji mereka telah dikurangi, perusahaan tetap belum memberikan respons positif. "Kami mengurangi tuntutan kami sebagai upaya untuk mencapai kompromi, tetapi tidak ada tanda-tanda dari manajemen untuk mengadakan pertemuan," ujarnya.
Sebagai respons, serikat pekerja merencanakan aksi mogok yang lebih besar jika tidak ada perkembangan dalam negosiasi dengan manajemen. "Kami siap untuk memperluas skala aksi ini hingga seluruh anggota serikat bergabung," kata Lee.
Dengan jumlah anggota yang mencapai hampir seperempat dari tenaga kerja Samsung di Korea Selatan, aksi ini berpotensi memberikan dampak signifikan pada operasional perusahaan. Lee juga menekankan bahwa selain masalah gaji, ada keluhan terkait sistem bonus dan kebijakan cuti yang dianggap kurang adil oleh para pekerja.
"Kami tidak hanya menuntut kenaikan gaji, tetapi juga perbaikan dalam sistem bonus dan cuti yang lebih adil," jelasnya.
Manajemen Samsung sejauh ini belum memberikan tanggapan resmi mengenai tuntutan serikat pekerja. Namun, mereka membantah bahwa aksi mogok kerja telah mempengaruhi operasi pabrik. "Kami memastikan bahwa produksi tetap berjalan normal meskipun ada aksi mogok," ujar perwakilan manajemen Samsung.
Sementara itu, aksi mogok kerja tanpa batas waktu ini menambah tekanan pada Samsung Electronics di tengah persaingan ketat di industri teknologi global. Dengan potensi gangguan produksi yang lebih besar, perusahaan dihadapkan pada tantangan untuk menyelesaikan konflik ini secepat mungkin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









