Akurat

Bangun Ruas Tol Palembang-Betung, HK Minta PMN Rp1 T

Silvia Nur Fajri | 2 Juli 2024, 13:34 WIB
Bangun Ruas Tol Palembang-Betung, HK Minta PMN Rp1 T

AKURAT.CO PT Hutama Karya (Persero) meminta tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp1 triliun untuk proyek pembangunan ruas tol Palembang-Betung.

Direktur Utama PT Hutama Karya, Budi Harto, menjelaskan bahwa permohonan modal BMN Tahun Anggaran 2024 ini akan dialokasikan untuk memperbaiki struktur permodalan dan meningkatkan kapasitas perusahaan.

"Urgensi dari ini adalah untuk memperbaiki struktur permodalan dan meningkatkan kapasitas perusahaan dalam rangka melanjutkan pelaksanaan penugasan percepatan pembangunan," kata Budi Harto dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XI, di Kantor DPR, Jakarta, Selasa (2/6/2024).

Ruas tol Palembang-Betung merupakan bagian dari jaringan jalan tol Trans-Sumatera yang memiliki peran strategis dalam meningkatkan konektivitas di Pulau Sumatera.

"Manfaat PMN ini adalah meningkatkan konektivitas di Pulau Sumatera sehingga mampu menurunkan waktu tempuh dan biaya transportasi, meningkatkan potensi penerimaan, dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja di sepanjang koridor jalan tol," tambahnya.

Baca Juga: Segini Kekayaan Budi Harto, Dirut HK Yang Dipanggil KPK

PT Hutama Karya, yang dikenal sebagai salah satu pengembang infrastruktur utama di Indonesia, terus berkomitmen untuk membangun fondasi yang lebih kuat dan terintegrasi bagi negara. Serta, ia juga menyoroti dampak positif pembangunan jalan tol terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Proyek tol Trans-Sumatera sendiri dirancang sepanjang 2.854 kilometer berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 100 Tahun 2014 yang terakhir diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2024. Saat ini, tahap pertama proyek tersebut telah beroperasi penuh, dengan tahap berikutnya yang sebagian besar masih dalam tahap konstruksi dan diharapkan selesai pada akhir tahun ini.

"Pelaksanaan pembangunan jalan tol Trans Sumatera sepanjang 2.854 km dibagi menjadi empat tahap, dan tahap satu sampai dengan saat ini telah beroperasi secara penuh," jelas Budi Harto.

Budi Harto juga menekankan pentingnya penambahan modal untuk meningkatkan kualitas jalan tol dari Bakauheni ke Jambi serta melanjutkan pengerjaan ruas jalan tol Palembang-Betung. "Kebutuhan investasi ruas jalan tol Palembang-Betung adalah sebesar Rp15,475 triliun dan direncanakan selesai pada Maret 2025," tuturnya.

Dalam evaluasinya, PT Hutama Karya mencatat pertumbuhan total aset dan perbaikan kinerja keuangan pada tahun 2023 dan kuartal pertama 2024, meskipun sempat mengalami kerugian pada periode 2020 hingga 2022. "Kinerja keuangan kami mengalami perbaikan dengan memupuk keuntungan pada buku tahun 2023 dan kuartal pertama 2024," ujarnya.

Penambahan modal ini juga diharapkan dapat memberikan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan, termasuk menurunkan biaya transportasi, meningkatkan pendapatan daerah, dan membantu pertumbuhan ekonomi nasional.

"Dengan adanya tambahan PMN sebesar Rp1 triliun, pembangunan ruas jalan tol Palembang-Betung yang berpotensi sepanjang 64 km layak secara ekonomi dan akan memberikan dampak multiplier yang signifikan," kata Budi Harto.

Sehingga, penambahan PMN PT Hutama Karya sebesar Rp1 triliun akan digunakan untuk meningkatkan struktur permodalan perseroan dalam rangka melaksanakan penugasan pengusahaan ruas jalan tol Trans-Sumatera, khususnya tol Palembang-Betung. "Manfaatnya akan mampu meningkatkan pertumbuhan PDRB dan konektivitas Sumatera serta memberikan kontribusi penerimaan kepada negara," tukasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.